Ekonomi Digital, Hadapi dan Cermati!

Eko Digital

Belakangan seiring agresifnya perkembangan industri digital, banyak yang membicarakan soal ekonomi digital. Bahkan di negara-negara Eropa telah disusun kebijakan yang berorientasi pada rencana bidang Entrepreneurship di 2020 nanti.

Ekonomi digital dipercaya akan mampu mendorong pertumbuhan para pebisnis kecil dan menengah. Dan ternyata hal ini sudah diungkapkan sejak tahun 1997 oleh seorang konsultan bisnis asal Canada, Don Tapscott. Ahli strategi bisnis yang juga penulis buku ini pernah menelurkan satu buku yang terbilang fenomenal pada kala itu, yaitu “The Digital Economy: Promise and Peril In The Age of Networked Intelligence”. Bahkan pada 2014 diterbitkan lagi dengan label “The Digital Economy Anniversary Edition”.

Dalam karyanya, Don Tapscott menguraikan tentang karakteristik ekonomi digital yang sebaiknya diperhatikan para pelaku ekonomi, termasuk pebisnis tentunya.

1. Knowledge (Ilmu Pengetahuan)
Dalam ekonomi digital, ilmu pengetahuan adalah jenis sumber daya terpenting yang harus dimiliki organisasi. Faktor intelegensia dari sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan merupakan penentu sukses tidaknya organisasi tersebut dalam mencapai obyektifnya.

2. Digitization (Pendigitan)
Digitazion merupakan suatu proses transformasi informasi dari berbagai bentuk menjadi format digit atau direpresentasikan ke dalam format kumpulan bit sehingga dapat dengan mudah disimpan dan dipertukarkan melalui media elektronik.

3. Virtualization (Virtualisasi)
Virtualiasasi memungkinkan seseorang untuk memulai bisnisnya dengan perangkat sederhana dan dapat menjangkau seluruh calon pelanggan di dunia, baik itu business to consumer ataupun business to business.

4. Molecularization (Prinsip kerja molekul)
Organisasi yang akan bertahan dalam era ekonomi digital adalah yang berhasil menerapkan bentuk molekul, yaitu sistem dimana organisasi dapat dengan mudah beradaptasi dengan setiap perubahan dinamis yang terjadi di lingkungan sekitar perusahaan.

5. Internetworking (Prinsip kerja dunia maya)
Tidak ada perusahaan yang dapat bekerja sendiri tanpa menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain, demikian salah satu prasyarat untuk dapat berhasil di dunia maya. Konsep bisnis yang ingin menguasai sumber daya sendiri dari hulu ke hilir tidak akan bertahan lama di dalam ekonomi digital.

6. Disintermediation (Tanpa mediasi)
Ciri khas lain dari arena ekonomi digital adalah kecenderungan berkurangnya mediator (broker) sebagai perantara terjadinya transaksi antara pemasok dan pelanggan. Pasar yang terbuka memungkinkan terjadinya transaksi antar individu tanpa harus melibatkan pihak-pihak lain.

  • Komputer yang merupakan inti dari industri computing adalah pusat syaraf pengolahan data dan informasi yang dibutuhkan.
  • Industri communications yang paling relevan adalah infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi sebagai saluran data dan informasi.
  • Dan persaingan sesungguhnya terletak pada industri content yang merupakan jenis pelayanan atau jasa yang ditawarkan sebuah perusahaan kepada pasar.

8. Innovation (Inovasi)
Dalam bisnis dunia digital keunggulan kompetitif sangat sulit dipertahankan mengingat apa yang dilakukan seseorang atau perusahaan lain sangat mudah untuk ditiru. Oleh karena itulah inovasi secara cepat dan terus-menerus dibutuhkan agar sebuah perusahaan dapat bertahan.

9. Prosumption (Kecenderungan konsumen yang juga menjadi produsen)
Di dalam ekonomi digital batasan antara konsumen dan produsen yang selama ini terlihat jelas menjadi kabur. Hampir semua konsumen teknologi informasi dapat dengan mudah menjadi produsen yang siap menawarkan produk dan jasanya kepada masyarakat dan komunitas bisnis.

10. Immediacy (Cepat tanggap & peka)
Di dunia maya, publik dihadapkan pada beragam perusahaan yang menawarkan produk atau jasa yang sama. Dalam memilihnya, mereka hanya menggunakan tiga kriteria utama: cheaper, better, dan faster. Melihat hal inilah maka perusahaan harus selalu peka terhadap berbagai kebutuhan publik yang membutuhkan kepuasan pelayanan tertentu.

11. Globalization (Globalisasi)
Esensi dari globalisasi adalah runtuhnya batas-batas ruang dan waktu. Ilmu pengetahuan sebagai sumber daya utama, tidak mengenal batasan geografis sehingga segmentasi market yang selama ini sering dilakukan berdasarkan batas-batas waktu dan ruang pun harus didefnisikan kembali mengingat bahwa seluruh masyarakat telah menjadi satu di dalam dunia maya, baik komunitas produsen maupun konsumen.

12. Discordance (Pertentangan & Kekacuan)
Dalam ekonomi digital cenderung terjadi fenomena perubahan struktur sosial dan budaya sebagai dampak konsekuensi logis terjadi-nya perubahan sejumlah paradigma terkait dengan kehidupan sehari-hari. Semakin ringkasnya organisasi akan menyebabkan terjadinya pengangguran, pekerja menjadi workoholic karena persaingan yang sangat ketat, broker kehilangan mata pencarian, budaya luar yang mudah ditiru karena akses internet yang sangat terbuka, dll.

Sudah siapkah Anda?. (europa.eu, dontapscott.com, wikipedia)

(Tulisan ini juga dimuat di maleindonesia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *