SENDAL’91, Mengemas Charity Event dalam Kegiatan Reuni

Salah satu marketing activity yang makin banyak dilakukan dalam rangka branding adalah penyelenggaraan event. Apakah itu komersil maupun bakti sosial atau charity. Efek sosialisasi brand melalui event terbilang digemari karena di era media sosial ini dapat dengan mudah menyebarkan berita mengenai jalannya kegiatan tanpa harus menggunakan media massa yang established.

yogasdesign

Hal ini juga berlaku ketika banyak brand atau perusahaan-perusahaan yang gemar menjadikan lembaga-lembaga sosial nirlaba sebagai partner dalam menjalankan program marketing maupun public relations. Tentunya sasarannya adalah kegiatan-kegiatan charity ataupun bakti sosial yang menyertakan beberapa unit kegiatan dengan benang merah sama.

Salah satu contoh adalah kegiatan atau event yang dilakukan oleh komuitas SENDAL’91, sebuah komunitas berbasis alamamater kampus. Adalah almamater Kampus Tercinta IISIP Jakarta angkatan tahun 1991 yang menjadi motor komunitas tersebut. Dalam merayakan reuni perak yang diberi tajuk SENDAL’91 Silver Reunion, hampir semua rangkaian kegiatannya yang dimulai pada 25 November dan dipuncaki pada 26 November 2016 ini adalah bakti sosial. Kunjungan serta donasi ke Wisma Tunaganda Palsigunung, Cimanggis, Jawa Barat, lalu bersih-bersih kampus sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, donasi alat-alat kebersihan dan penanaman pohon di lingkungan kampus yang berada di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Kemudian pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta donasi atau santunan anak Yatim-Piatu.

Rangkaian kegiatan itu ternyata menjadi USP (Unique Selling Point) tersendiri bagi penyelenggara untuk menghimpun dukungan para donatur sesama almamater dan dari lembaga-lembaga terkait. Selain penjualan kaos yang keuntungannya dijadikan sumber donasi dan pembiayaan kegiatan, dari Unilever didapatkan puluhan paket berisi perawatan tubuh untuk didonasikan kepada Wisma Tunaganda. Lalu Dinas Kebersihan DKI Jakarta yang antusias menyumbangkan ratusan peralatan kebersihan seperti sapu, pengki hingga gerobak mini.

Belum lagi dari IMS (Islamic Medical Services) yang berinisiatif menyediakan jasa pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar kampus dan mahasiswa. Begitupula dengan PMI (Palang Merah Indonesia) juga ikut serta dalam event ini dengan membuka stand donor darah. Tak kalah antusias adalah Dinas Pertanian Pemprov DKI Jakarta yang menyumbangkan benih-benih pohon buah unggulan. Tak ketinggalan dari KALCare yang memberikan puluhan lembar cuma-cuma voucher pemeriksaan kesehatan gratis, serta PT. Singa Mas yang menyumbangkan produk minuman ringan untuk dikonsumsi pada event tersebut.

SENDAL91-Silver 001B
« 1 of 6 »

Event SENDAL’91 Silver Reunion yang lekat dengan kegaiatan bakti sosial ini terbukti sukses dalam penyelenggaraannya. Antusiasme almamater yang datang tak hanya berlaku pada angkatan yang terkait, tapi juga angakatan-angkatan lain yang hadir dengan membawa semangat berbagi untuk mengikuti rangkaian kegiatan sosial yang ada. Acara puncak pun yang dilakukan sederhana dengan melakukan potong 25 tumpeng bersama rektor dan jajaran staff IISIP Jakarta, dilanjutkan dengan makan bersama dan ramah tamah serta hiburan musik unplugged. Hampir setiap sudut venue yang digunakan untuk acara tersebut diisi oleh mereka yang melepas kerinduan.

Kebahagiaan yang luar biasa terasa dan terlihat adalah di saat event sedang berjalan dan sesudah selesai, mereka yang hadir di acara itu terus mem-posting dan membagikan foto-foto beserta ungkapan kebahagiaannya di media sosial, bahkan hingga mencapai lima hari berturut-turut. Perilaku bermedia sosial ini seakan menjadi “hidden partner” bagi penyelengara untuk melakukan publikasi kegiatan reuni berformat bakti sosial dan amal ini.

Lalu apa kunci dari suksesnya penyelenggaraan charity event seperti SENDAL’91 Silver Reunion hingga mendapat dukungan banyak pihak?

  • Terbangunnya sejak awal, persamaan semangat, serta visi-misi dari kepanitiaan dan konsistensi terhadap pelaksanaan rangkaian kegiatan yang sudah disepakati bersama.
  • Pemanfaatan networking dari potensi yang ada di setiap anggota kepanitiaan hingga seluruh link yang didapat dari almamater.
  • Terbangunnya sisi ikatan emosional yang dilakukan dengan kegiatan-kegiatan publikasi yang terencana, bertahap dan fokus pada tiap-tiap periode publikasi yang ditentukan, dengan memanfaatkan teknologi digital yang berkembang seperti media sosial, chat engine atau messenger.
  • Semua materi publikasi dirancang khusus mengikuti perlekembagan cara-cara berkomunikasi di era digital yang sangat lekat dengan keberadaan media sosial. Bisa dikatakan semua materi seperti e-flyer dan short video slide berkategori social media readable.
  • Fokus kepada kata kunci “merayakan persahabatan” dan “bersama menebar kebaikan” sebagai pokok materi dalam publikasi.
  • Konsisten membangun citra positif komunitas, baik kepada sesama anggota almamater maupun kepada pihak-pihak yang menjadi partner.
  • Terjaganya keseimbangan di lingkungan almamater dalam menyikapi kondisi umum yang berkembang sangat dinamis di tengah masayarakat. Baik isu-isu bersifat nasional maupun sekadar dinamika relationships di kalangan almamater.
  • Mengedepankan unsur sosial yang dilakukan dengan ketulusan, ikhlas dan jelas manfaatnya bagi masyarakat sasaran kegiatan.

Dari kunci-kunci di atas, maka diharapkan kepercayaan para alamamater yang juga ikut berdonasi dan pihak-pihak lain di luar almamater yang telah memberi kepercayaan kepada penyelenggara, dapat dengan jelas mendapatkan hasil nyata. Baik dalam rangka amal kegiatan sosial maupun membangun citra baik di masayarakat.Dan tentunya ikatan persahabatan di lingkungan sesama almamater yang semakin erat.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *