Elemen Visual sebagai Kunci Eksplorasi Desain Infografis

Elemen-elemen visual dari masa ke masa selalu mengalami perkembangan. Dari sekedar urusan tipografi dan gambar, hingga ke urusan warna dan kurva. Hal ini otomatis juga menghasilkan variasi-variasi penyampaian pesan kepada publik melalui produk-produk desain grafis. Dan salah satu yang makin berkembang dan diminati adalah penggunaan desain infografis yang dibuat untuk menarik calon audiens ataupun pembaca dalam sebuah media.

desain infografis

pixabay.com

Infografis sendiri dalam definisinya diartikan sebagai bentuk visualisasi data yang menyampaikan informasi kompleks kepada pembaca agar dapat dipahami dengan lebih mudah dan cepat. Dari definisi ini saja jelas terkandung makna bahwa infografis dapat menjadi perangkat yang mendukung penyampian pesan melalui bentuk visual, baik itu berupa data-data maupun informasi-informasi lainnya yang dapat dikomuninasikan anatara kata dan gambar.

Walaupun sebenarnya pata tahun 1626 infografis sudah mulai dipakai oleh Christoph Scheiner untuk mengilustrasikan rotasi matahari dalam bukunya Rosa Ursina Komprehensif Sol, tapi Edwrard Tufte lah yang dianggap sebagai pelopor visualisasi data dalam bentuk desain infografis. Bahkan koran kenamaan The New York Times pernah menjulukinya sebagai “Da Vinci Data”.

Desain infogafis sendiri memang nyatanya lebih banak digunakan dalam jurnalistik. walaupun tak sedikit pula sering digunakan dalam presentasi dan pemaparan hasil penelitian serta keperluan korporasi. Dimana seringkali data-data yang terkumpul jika disajikan dengan gaya konvensional hanya dengan susunan huruf menjadi kurang menarik dan cenderung menghasilkan keengganan membaca, kecuali bagi mereka yang terbiasa dengan riset dan statistik. Tentunya peran ilustrasi di infografis ini mau tak mau menjadi dominan hingga perannya dapat berdiri sejajar dengan berita yang disampaikan dengan cara standar.

desain infografis

pixabay.com

Dalam desain infografis, biasanya data teks akan dikoversi dalam bentuk visual yang mengandung simbol-simbol bermakna. Dari ikon, kartun, karikatur, hingga tentunya penggunaan foto dengan segala bentuk rekayasanya (digital imaging) serta video yang kesemuanya ditujukan agar infografis tak sekedar informatif, tapi juga menarik secara estetika. Hal ini tentunya juga bertujuan memberikan tambahan daya tarik bagi media yang menggunakan. Baik itu dalam bidang jurnalistik, presentasi, korporasi, maupun pemaparan hasil riset.

Elemen-elemen visual adalah kunci dari eksplorasi desain infografis. Warna, komposisi, garis-garis pengarah, kurva-kurva, foto, diagram, tabel, video hingga kartun dan karikatur. Representasi visual baik berupa ilustrasi maupun fotografi dan videografi dipercaya mempunyai kekuatan dalam menarik perhatian target audience/reader. Dan tentunya akan mempunyai peran besar dalam melakukan persuasi terhadap khalayak.

Bagi seorang desainer grafis, desain infografis sejatinya dapat membantu tersampaikannya informasi kepada khalayak. Merubah kumpulan data-data yang tadinya dianggap tidak meanrik, menjadi bentuk visual yang punya kecenderungan lebih menarik minat untuk disimak. Baik itu dalam bentuk flat, maupun interaktif yang biasa terlihat di web, maupun dalam bentuk yang lebih kompleks, yaitu multimedia dengan segala kelengkapan elemen-elemen kreatif seperti musik, animasi, dan amba-gambar bergerak seperti klip dan film.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *