Warning: opendir(/DATA/k8016220/public_html/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/load.php on line 981

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/load.php:981) in /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
trensformasi digital Archives - yogasdesign https://yogasdesign.com/tag/trensformasi-digital/ Gagasan & Kreativitas Thu, 05 Oct 2023 04:52:36 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://yogasdesign.com/wp-content/uploads/2016/02/YogasDesign-icon3-150x150.jpg trensformasi digital Archives - yogasdesign https://yogasdesign.com/tag/trensformasi-digital/ 32 32 Transformasi Digital: Ikuti atau Tertinggal https://yogasdesign.com/transformasi-digital-ikuti-atau-tertinggal/ https://yogasdesign.com/transformasi-digital-ikuti-atau-tertinggal/#respond Tue, 16 Feb 2016 06:45:49 +0000 http://yogasdesign.com/?p=152 Keberadaan internet menjadi tonggak kejayaan teknologi digital yang tak lagi menjadi pilihan tapi menjadi keharusan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kepentingan individu maupun bisnis. Maka gelombang transformasi digital pun tak bisa dihindari. Jika kita membicarakan Baca Selengkapnya...

The post Transformasi Digital: Ikuti atau Tertinggal appeared first on yogasdesign.

]]>
working-with-laptop_freeimage_len-k-a_

freeimages.com/len-k-a

Keberadaan internet menjadi tonggak kejayaan teknologi digital yang tak lagi menjadi pilihan tapi menjadi keharusan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kepentingan individu maupun bisnis. Maka gelombang transformasi digital pun tak bisa dihindari.

Jika kita membicarakan perkembangan teknologi digital, berarti kita harus bicara keberadaan internet. Survey hasil kerja sama Survey Pusat Kajian Komunikasi (PUSKAKOM) UI dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada awal 2015 mencatat pengguna internet di Indonesia sudah mencapai angka 88,1 juta.

Hasil penelitian itu juga menunjukkan bahwa 85% dari jumlah pengguna internet di Indonesia menggunakan smartphone saat berselancar di dunia maya. Perangkat kedua yang paling sering digunakan adalah Laptop (32%), disusul PC/Komputer (14%), dan terakhir Tablet PC (13%). Kebanyakan orang mengakses internet dari rumah dan rata-rata waktu penggunaan 1 hingga 3 jam per harinya.

Cukup mengagetkan memang, tablet PC yang sempet digadang-gadang akan menjelma menjadi penganti desktop PC maupun laptop, ternyata justru mengalami penurunan dari tahun ke tahunnnya. Apa pasal? Karena tak bisa dihindari keberadaan smartphone dengan kelengkapan fiturnya menjadi gadget yang menggerus keberadaan tablet PC.

Patut disimak pula bahwa ternyata aktifitas berinternet di Indonesia masih didominasi penggunaan media sosial, menyusul searching atau browsing dan instant messaging seperti chatting yang masih berada di atas aktifitas pencarian berita dan emailing.

Pergerakan penggunaan internet ini disinyalir sebagai salah satu bentuk transformasi digital yang pada peinsipnya merupakan perubahan yang terkait dengan penerapan teknologi digital dalam semua aspek masyarakat. Tak pelak, dari kegiatan bersifat personal seperti komunikasi antar individu atau kelompok hingga bisnis seperti jual beli barang baru maupun bekas secara merata sudah “terkontaminasi” oleh keberadaan internet, dan sepertinya tidak mungkin harus kembali lagi ke era sebelumnya yang serba offline.

Howard Schultz, Chairman and CEO Starbucks pernah mengutarakan, “Media digital itu seperti kereta peluru. Dan kereta peluru takkan pernah pulang ke rumah.”

(Tulisan ini juga dimuat di maleindonesia.com)

The post Transformasi Digital: Ikuti atau Tertinggal appeared first on yogasdesign.

]]>
https://yogasdesign.com/transformasi-digital-ikuti-atau-tertinggal/feed/ 0
Ekonomi Digital, Hadapi dan Cermati! https://yogasdesign.com/ekonomi-digital-hadapi-dan-cermati/ https://yogasdesign.com/ekonomi-digital-hadapi-dan-cermati/#comments Sun, 14 Feb 2016 09:03:50 +0000 http://yogasdesign.com/?p=58 Belakangan seiring agresifnya perkembangan industri digital, banyak yang membicarakan soal ekonomi digital. Bahkan di negara-negara Eropa telah disusun kebijakan yang berorientasi pada rencana bidang Entrepreneurship. Ekonomi digital dipercaya akan mampu mendorong pertumbuhan para pebisnis kecil Baca Selengkapnya...

The post Ekonomi Digital, Hadapi dan Cermati! appeared first on yogasdesign.

]]>
Eko Digital

Belakangan seiring agresifnya perkembangan industri digital, banyak yang membicarakan soal ekonomi digital. Bahkan di negara-negara Eropa telah disusun kebijakan yang berorientasi pada rencana bidang Entrepreneurship.

Ekonomi digital dipercaya akan mampu mendorong pertumbuhan para pebisnis kecil dan menengah. Dan ternyata hal ini sudah diungkapkan sejak tahun 1994 oleh seorang konsultan bisnis asal Canada, Don Tapscott. Ahli strategi bisnis yang juga penulis buku ini pernah menelurkan satu buku yang terbilang fenomenal pada kala itu, yaitu “The Digital Economy: Promise and Peril In The Age of Networked Intelligence”. Bahkan pada 2014 diterbitkan lagi dengan label “The Digital Economy Anniversary Edition”.

Dalam karyanya, Don Tapscott menguraikan tentang karakteristik ekonomi digital yang sebaiknya diperhatikan para pelaku ekonomi, termasuk pebisnis tentunya.

1. Knowledge (Ilmu Pengetahuan)
Dalam ekonomi digital, ilmu pengetahuan adalah jenis sumber daya terpenting yang harus dimiliki organisasi. Faktor intelegensia dari sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan merupakan penentu sukses tidaknya organisasi tersebut dalam mencapai obyektifnya.

2. Digitization (Pendigitan)
Digitazion merupakan suatu proses transformasi informasi dari berbagai bentuk menjadi format digit atau direpresentasikan ke dalam format kumpulan bit sehingga dapat dengan mudah disimpan dan dipertukarkan melalui media elektronik.

3. Virtualization (Virtualisasi)
Virtualiasasi memungkinkan seseorang untuk memulai bisnisnya dengan perangkat sederhana dan dapat menjangkau seluruh calon pelanggan di dunia, baik itu business to consumer ataupun business to business.

4. Molecularization (Prinsip kerja molekul)
Organisasi yang akan bertahan dalam era ekonomi digital adalah yang berhasil menerapkan bentuk molekul, yaitu sistem dimana organisasi dapat dengan mudah beradaptasi dengan setiap perubahan dinamis yang terjadi di lingkungan sekitar perusahaan.

5. Internetworking (Prinsip kerja dunia maya)
Tidak ada perusahaan yang dapat bekerja sendiri tanpa menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain, demikian salah satu prasyarat untuk dapat berhasil di dunia maya. Konsep bisnis yang ingin menguasai sumber daya sendiri dari hulu ke hilir tidak akan bertahan lama di dalam ekonomi digital.

6. Disintermediation (Tanpa mediasi)
Ciri khas lain dari arena ekonomi digital adalah kecenderungan berkurangnya mediator (broker) sebagai perantara terjadinya transaksi antara pemasok dan pelanggan. Pasar yang terbuka memungkinkan terjadinya transaksi antar individu tanpa harus melibatkan pihak-pihak lain.

  • Komputer yang merupakan inti dari industri computing adalah pusat syaraf pengolahan data dan informasi yang dibutuhkan.
  • Industri communications yang paling relevan adalah infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi sebagai saluran data dan informasi.
  • Dan persaingan sesungguhnya terletak pada industri content yang merupakan jenis pelayanan atau jasa yang ditawarkan sebuah perusahaan kepada pasar.

8. Innovation (Inovasi)
Dalam bisnis dunia digital keunggulan kompetitif sangat sulit dipertahankan mengingat apa yang dilakukan seseorang atau perusahaan lain sangat mudah untuk ditiru. Oleh karena itulah inovasi secara cepat dan terus-menerus dibutuhkan agar sebuah perusahaan dapat bertahan.

9. Prosumption (Kecenderungan konsumen yang juga menjadi produsen)
Di dalam ekonomi digital batasan antara konsumen dan produsen yang selama ini terlihat jelas menjadi kabur. Hampir semua konsumen teknologi informasi dapat dengan mudah menjadi produsen yang siap menawarkan produk dan jasanya kepada masyarakat dan komunitas bisnis.

10. Immediacy (Cepat tanggap & peka)
Di dunia maya, publik dihadapkan pada beragam perusahaan yang menawarkan produk atau jasa yang sama. Dalam memilihnya, mereka hanya menggunakan tiga kriteria utama: cheaper, better, dan faster. Melihat hal inilah maka perusahaan harus selalu peka terhadap berbagai kebutuhan publik yang membutuhkan kepuasan pelayanan tertentu.

11. Globalization (Globalisasi)
Esensi dari globalisasi adalah runtuhnya batas-batas ruang dan waktu. Ilmu pengetahuan sebagai sumber daya utama, tidak mengenal batasan geografis sehingga segmentasi market yang selama ini sering dilakukan berdasarkan batas-batas waktu dan ruang pun harus didefnisikan kembali mengingat bahwa seluruh masyarakat telah menjadi satu di dalam dunia maya, baik komunitas produsen maupun konsumen.

12. Discordance (Pertentangan & Kekacuan)
Dalam ekonomi digital cenderung terjadi fenomena perubahan struktur sosial dan budaya sebagai dampak konsekuensi logis terjadi-nya perubahan sejumlah paradigma terkait dengan kehidupan sehari-hari. Semakin ringkasnya organisasi akan menyebabkan terjadinya pengangguran, pekerja menjadi workoholic karena persaingan yang sangat ketat, broker kehilangan mata pencarian, budaya luar yang mudah ditiru karena akses internet yang sangat terbuka, dll.

Sudah siapkah Anda?. (europa.eu, dontapscott.com, wikipedia)

The post Ekonomi Digital, Hadapi dan Cermati! appeared first on yogasdesign.

]]>
https://yogasdesign.com/ekonomi-digital-hadapi-dan-cermati/feed/ 1