Warning: opendir(/DATA/k8016220/public_html/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/load.php on line 981

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/load.php:981) in /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
pekerja kreatif Archives - yogasdesign https://yogasdesign.com/tag/pekerja-kreatif/ Gagasan & Kreativitas Thu, 09 Jul 2020 23:38:45 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://yogasdesign.com/wp-content/uploads/2016/02/YogasDesign-icon3-150x150.jpg pekerja kreatif Archives - yogasdesign https://yogasdesign.com/tag/pekerja-kreatif/ 32 32 Surat Terbuka untuk Para Pekerja Kreatif Era #Covid19 https://yogasdesign.com/surat-terbuka-untuk-para-pekerja-kreatif-era-covid19/ Wed, 15 Apr 2020 03:36:39 +0000 http://yogasdesign.com/?p=604 Kepada teman-teman pekerja kreatif, Tak perlu lagi cerita soal betapa ganasnya wabah Corona yang sedang menghantui dunia. Data, fakta dan semua kejadian menyedihkan sudah menjadi rahasia umum, betapa trengginasnya virus yang tiba-tiba menjadi ancaman paling Baca Selengkapnya...

The post Surat Terbuka untuk Para Pekerja Kreatif Era #Covid19 appeared first on yogasdesign.

]]>
Kepada teman-teman pekerja kreatif,

Tak perlu lagi cerita soal betapa ganasnya wabah Corona yang sedang menghantui dunia. Data, fakta dan semua kejadian menyedihkan sudah menjadi rahasia umum, betapa trengginasnya virus yang tiba-tiba menjadi ancaman paling menakutkan. Tak hanya tebaran penyakit yang menjadi perbincangan, tapi juga efek domino yang tak kalah menyeramkan. Hampir semua sektor industri harus tidur. Tak terkecuali industri kreatif juga terkena imbasnya. Benar-benar unforgettable scary moment.

Produksi kreatif mau tak mau harus terhenti. Pembatasan interaksi massal baik skala kecil maupun besar wajib dijalani untuk menekan laju wabah. Pastinya, imbasnya luar biasa. Dari pekerja film, event organizer, wedding organizer, fotografer, desainer grafis, arsitek, pelukis, penulis, pewarta, musisi, freelancer, hingga penyedia peralatan dan perlengkapan produksi, rental studio editing, dan banyak lagi. Merata dihantam badai Covid-19, walau ada beberapa atau segelintir yang masih bisa survive dan tergolong tak berpengaruh banyak dari hantaman efek wabah ini.

Bisa dibayangkan, gelombang PHK, postpone produksi, atau sesederhana sepi order, menjadi ancaman dan mimpi buruk. Tak sedikit yang hopeless dengan keadaan, tak sedikit pula yang masih menaruh harapan ke depan. Dan saya memilih untuk menaruh harapan.

Kondisi sekarang ini memang tidak mudah dihadapi. Tidak semudah teori-teori motivasi. Utamanya bagi yang tidak mengira dan tidak siap dengan adanya perubahan model bisnis dan tata ekonomi yang sudah terlihat gejalanya hampir lebih dari 5 tahun terakhir. Aktor utamanya jelas, laju kemajuan teknologi.

Apakah menghadapinya harus dengan menyerah, frustrasi, atau buntu kreasi? Saya memilih tidak. Apa pasal? Mari kita berpikir positif, optimis bahwa pasti ada hikmah di balik peristiwa meyedihkan ini. Kenapa optimis? karena pesimis justru tidak menghasilkan apa-apa kecuali rasa takut dan frustrasi.

Mari kita bayangkan saat nanti pandemi ini sudah berlalu. Akan banyak sekali aktifitas yang sudah ditidurkan sementara akan kembali diaktifkan. Bahkan akan sangat agresif. Lalu lihatlah nanti efek dominonya.

Sebagai contoh, saat semua sudah normal, tak salah kalau kita membayangkan akan ada yang berinisiatif membuat dokumenter peristiwa bersejarah mewabahnya Covid-19. Siapa yang akan ikut bekerja mewujudkannya? Setidak-tidaknya produser, sutradara, penulis skenario, film editor, music composer, desainer poster, web developer, social media officer, rental camera & lighting hingga kebutuhan crew.

Atau lihatlah ke depan saat kita sudah boleh beraktifitas bebas. Event fun run, yang sebelum wabah datang justru sedang agresif diselenggarakan, akan muncul kembali bersamaan dengan makin tingginya kesadaran hidup sehat di masayarakat. Siapa yang akan terlibat? Event organizer, influencer, sport brand ternama, web developer, desainer flyer, home band, fotografer, videografer, vlogger, merchandise maker, pegiat kuliner dan banyak lagi.

Lalu bayangkan, saat banyak brand retail berlomba-lomba mengkampanyekan jaminan produk higenis, strategi komunikasi baru harus diciptakan. Siapa yang akan terpanggil? Creative director, art director, digital marketer, public relation, social media strategist, blogger, fotografer, copywriter, desainer multimedia, desainer kemasan, desainer grafis, hingga product display designer.

Jangan lupa juga, saat nightmare ini berakhir, bisa kita terawang bakal menggeliat konser-konser musik dengan tema charity, mengumpulkan bantuan bagi masyarakat yang kondisi ekonominya hancur-lebur. Yang akan join? Musisi, artis, sound engineer, show director, stage manager, produser, event management, multimedia, content creator, spesialis dokumentasi, rental sound system, rental panggung, dan banyak lagi pastinya, termasuk after show production yang akan dikompilasi menjadi satu produk rekaman. Can you imagine?

Gak akan muat kalau semua harus dipaparkan di sini. Karena inipun belum terbahas bisnis-bisnis kreatif yang online base atau bahkan yang terkoneksi dengan sektor pariwisata. Webinar (web seminar), workshop online, e-learning, digital consultancy, web & apps development consultancy, marketplace, creative market, online project pitching dan segudang sub kerja kreatif yang luar biasa potensial.

Pertanyaannya, siapkah kita semua (pekerja kreatif) menghadapinya? Atau lebih suka terlena dengan kondisi yang gelap, sepi dan muram ini?

Mari kita ambil hikmahnya, saat kita sekarang rata-rata sedang mengikuti anjuran #StayHome dan #WorkFromHome, saat inilah kesempatan untuk mengasah diri, menaikkan grade diri sendiri, mulai membuka diri dengan perkembangan teknologi yang melaju. Buatlah ide dari sekarang untuk ditabung, dan pada saatnya nanti bisa dituai dengan pantas. Bacalah kondisi industri kreatif yang berkembang, kemana arahnya.

Wabah penyakit yang dahsyat ini memberikan kita banyak pelajaran. Bahwa sebagai pekerja kreatif, kita juga harus menyiapkan diri untuk kondisi-kondisi tak terkira. Menabung ide yang mengikuti zaman, atau menyiapkan pondasi untuk zaman yang pasti berubah. Mulai berpikir bukan “Out of the Box” tapi berpikir “There is No Box”.

Salah satu kekuatan utama yang nanti akan menjadi jaring pengaman bagi pekerja kreatif adalah networking dan saling bekerjasama. Ini saatnya berkolaborasi, bukan berkompetisi. Bersama kita bergerak, bersama kita maju.

Jadi mari kita hadapi kondisi “Emergency” ini dengan kuat. Kondisi ini memang berat. Menghadapinya tak semudah banyak bicara. Saya hanya bisa menyarankan, tetaplah berkomunikasi antar pegiat kreatif. Bertukar pikiran tanpa harus bertemu atau tatap muka. Berdiskusi dengan sehat. Cari persamaan, jangan asah perbedaan. Temukan ide-ide bersama. Rancang cara baru dalam berbisnis dan bekerja. Setidak-tidaknya, walau bukan siapa-siapa, sayapun bersedia menjadi teman diskusi kreatif.

Dan pastinya, kita tuntaskan dulu masa wabah ini dengan berdisiplin menjalankan apa yang seharusnya kita lakukan. Tetaplah di rumah, bekerja dan berkarya di rumah, selalu berpikir positif, dan jangan berhenti memohon pada Tuhan agar wabah ini segera sirna. Semoga kondisi kita semua tetap baik-baik saja, dan selalu dalam lindungan-Nya.

Jabat erat!

The post Surat Terbuka untuk Para Pekerja Kreatif Era #Covid19 appeared first on yogasdesign.

]]>
Jaringan Kerja Kreatif, Membina Simbiosis Mutualisme https://yogasdesign.com/jaringan-kerja-kreatif-membina-simbiosis-mutualisme/ https://yogasdesign.com/jaringan-kerja-kreatif-membina-simbiosis-mutualisme/#comments Fri, 26 Feb 2016 04:15:36 +0000 http://yogasdesign.com/?p=188 Di dunia kreatif keterlibatan tenaga ahli dengan berbagai spesialisasinya dalam pengerjaan suatu proyek sering terjadi. Sebuah pekerjaan yang di dalamnya melibatkan jaringan kerja kreatif adalah biasa. Bisa digambarkan sebagai contoh, sebuah proyek pengerjaan inhouse magazine yang Baca Selengkapnya...

The post Jaringan Kerja Kreatif, Membina Simbiosis Mutualisme appeared first on yogasdesign.

]]>
Di dunia kreatif keterlibatan tenaga ahli dengan berbagai spesialisasinya dalam pengerjaan suatu proyek sering terjadi. Sebuah pekerjaan yang di dalamnya melibatkan jaringan kerja kreatif adalah biasa. Bisa digambarkan sebagai contoh, sebuah proyek pengerjaan inhouse magazine yang biasanya diterbitkan oleh perusahaan yang diedarkan hanya untuk kalangan terbatas, bisa melibatkan berbagai pihak dengan skill beragam. Dari copy writer atau jurnalis lepas, desainer grafis, fotografer, hingga urusan produksi cetak. Lalu, apakah orang-orang tersebut harus berada dalam satu wadah permanen seperti biro iklan ataupun production house dan sejenisnya yang harus mendapat upah tetap periodik walaupun pekerjaan belum tentu selesai dalam periode yang sama? Jelas tidak.

jaringan kerja kreatif

pexels.com

Dunia freelancer atau pekerja lepas kini sedang banyak didalami oleh para pekerja kreatif. Keinginan untuk tidak terikat tapi dapat terus bekerja menjadi dasar makin banyaknya peminat yang serius menjadi pekerja lepas. Nah, mereka inilah yang biasanya banyak digunakan oleh beberapa lembaga usaha permanen untuk menjadi eksekutor berbagai proyek dengan tidak harus menjadikannya karyawan. Dan para freelancer pun juga berlomba-lomba, berkompetisi secara sehat untuk dapat dipercaya sebagai tenaga ahli dari bidangnya masing-masing. Termasuk mencari market bagi mereka sendiri atau bahkan bagi komunitasnya melalui jaringan kerja kreatif.

Dari simbiosis mutualisme tersebut, apa sebenarnya yang menjadi kunci agar pihak-pihak yang berkaitan dan berkepentingan dapat terpenuhi kebutuhannya?Jelas, jaringan kerja kreatif yang pada dasarnya menjalankan cara kerja “Networking” itulah yang banyak berperan . Pada dasarnya “Networking” adalah membangun hubungan dengan orang lain ataupun organisasi/lembaga yang memiliki pengaruh terhadap kesuksesan pofesional maupun personal. TIdak sekadar berkenalan, tapi juga berbagi potensi dan informasi, mendapatkan integritas dan mempengaruhi, dan menciptakan visi yang mengarahkan kemampuan masing-masing individu untuk melakukan sesuatu terhadap orang lain.

Lalu hal apa saja yang perlu dilakukan untuk dapat membangun jaringan kerja kreatif yang dapat mendukung jalannya pekerjaan? Berikut sedikit diantaranya:

  • Pastikan bahwa Anda mempunya potensi berupa skill ataupun berbentuk barang produksi, fasilitas kerja yang siap mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sesuai spesialisasi. Rasa percaya diri terhadap potensi yang dimiliki menjadi penting, karena kita akan berhadapan dengan orang lain dengan kapasitas bebeda-beda, dengan karakter bermacam-macam.
  • Siapkan segala atribut pendukung yang akan menjadi saluran komunikasi Anda. Nomer telepon yang selalu dapat dikontak, alamat email, akun sosial media, atau bahkan hingga alamat blog ataupun website. Dan tentunya semua itu bisa dicantumkan dalam bentuk kartu nama yang juga menjadi media informasi pendahuluan dari diri Anda bahkan menjadi “juru bicara” Anda.
  • Banyaklah bergaul dengan personal-personal berprofesi sama untuk bisa mendapatkan ataupun bertukar ilmu baru, saling membuka jalur dan tentu memilhara silaturahmi agar satu sama lain punya rasa keterikatan selayaknya hubungan persahabatan. Ini bisa dilakukan dalam ranah kesamaan skill maupun lebih luas, seperti kesamaan bidang industri yang didalami. Lalu perluas lagi dengan akitf di komunitas-komunitas profesi agar selalu update dengan apa yang sedang terjadi dalam dunia kreatif yang dijalani. Hal ini sekarang sangat mudah dilakukan dengan keberadaan media sosial yang mampu menjangkau tak hanya lintas kawasan tapi juga lintas kota, pulau hingga benua.
  • Mulailah untuk tak segan berbagi ilmu kepada siapapun yang memerlukan. Semakin banyak Anda berbagi ilmu, maka semakin banyak pula mendapat ilmu baru. Dan dengan rajin berbagi ilmu, secara tidak langsung Anda juga sedang membangun citra sebagai tenaga ahli yang patut diperhitungkan. Bahkan jika memungkinkan cobalah bersama rekan-rekan seprofesi ataupun komunitas untuk sesekali membuat workshop bidang tertentu. Selain dapat berdiskusi, juga dapat merekatkan hubungan antar personal ataupun komunitas dan tentunya akan memperkaya perbendaharaan potensi yang dapat Anda himpun.
  • Jajaki pembinaan hubungan dengan lembaga-lembaga kreatif ataupun individu-individu yang mempunyai akses dan relatif banyak membutuhkan jenis potensi seperti yang Anda miliki. Melakukan pertemuan ringan sekadar beramah tamah dapat menjadi awal penjajakan. Tidak perlu terlalu agresif “menjual” diri Anda. Cukup sekali memberi info tentang potensi dan apa-apa saja yang bisa diperbuat, berikan kartu nama atau minimal bertukar nomer kontak, selebihnya jalinlah hubungan biasa tanpa pamrih dan tentu saling berbicara mengenai wawasan-wawasan baru di dunia yang digeluti tanpa bermaksud menggurui dan terkesan terlalu mengarahkan kepada penggunaan potensi Anda. Biarkan keputusan ataupun kebutuhan terhadap keahlian Anda tumbuh secara alamiah.
  • Ramah kepada siapapun menjadi mutlak. Karena dengan keramahan, semua pintu-pintu kemudahan relatif dapat terbuka. Banyak kerelaan orang atau lembaga berhubungan profesional dengan Anda tidak melulu karena soal kapasitas maupun skill. Tapi juga karena kenyamanan saat berkomunikasi, berinteraksi dengan Anda. Termasuk cara Anda melakukan aktifitas di dunia maya dengan media sosial.Tapi walau begitu tetaplah jaga kredibilitas profesi, dalam arti tetap tunjukkan bahwa potensi yang dimiliki tetap harus dihargai dengan pantas oleh yang menggunakannya. Begitupula dengan penghargaan terhadap proses kreatif yang berjalan saat hubungan profesional terjalin antara dua pihak atau lebih.
  • Hargai potensi Anda, agar orang lain juga ikut menghargai dengan layak. Jangan sekali-kali merendahkan profesi ataupun kemampuan Anda sendiri. Tunjukkan bahwa profesionalitas juga menjadi milik Anda. Pemisahan cara berinteraksi dalam urusan bisnis dengan personal harus jelas. Hal ini juga diberlakukan saat Anda menjadi komandan sebuah proyek yang dipercayakan suatu lembaga, dan Anda memutuskan mengambil rekan-rekan seprofesi atau komunitas sebagai anggota tim. Hargai orang lain, baik rekan maupun kolega dengan cara yang pantas.
  • Aktif memelihara hubungan yang sudah berhasil dijalin dengan berbagai pihak, baik rekan sejawat maupun kolega. Baik secara temu langsung ataupun dengan saling bertegur sapa lewat media sosial. Membangun hubungan bukan hanya soal pekerjaan, order, proyek, ataupun tagihan. Tapi juga membangun chemistry antar pihak-pihak terkait sekaligus membangun loyalitas dua arah. Bertindaklah layaknya marketing public relations bukan seperti sales. Jadikan pihak-pihak di sekeliling Anda sebagai teman yang dapat saling berdiskusi, bertukar pikiran atau sekadar melakukan aktifitas hobi yang sama. Bukan melulu bicara jualan, jualan dan jualan yang menjamin Anda akan cepat dijauhi orang lain.

Selamat berkarya!**

The post Jaringan Kerja Kreatif, Membina Simbiosis Mutualisme appeared first on yogasdesign.

]]>
https://yogasdesign.com/jaringan-kerja-kreatif-membina-simbiosis-mutualisme/feed/ 1