The post Surat Terbuka untuk Para Pekerja Kreatif Era #Covid19 appeared first on yogasdesign.
]]>Tak perlu lagi cerita soal betapa ganasnya wabah Corona yang sedang menghantui dunia. Data, fakta dan semua kejadian menyedihkan sudah menjadi rahasia umum, betapa trengginasnya virus yang tiba-tiba menjadi ancaman paling menakutkan. Tak hanya tebaran penyakit yang menjadi perbincangan, tapi juga efek domino yang tak kalah menyeramkan. Hampir semua sektor industri harus tidur. Tak terkecuali industri kreatif juga terkena imbasnya. Benar-benar unforgettable scary moment.

Photo by Rachael Gorjestani on Unsplash
Produksi kreatif mau tak mau harus terhenti. Pembatasan interaksi massal baik skala kecil maupun besar wajib dijalani untuk menekan laju wabah. Pastinya, imbasnya luar biasa. Dari pekerja film, event organizer, wedding organizer, fotografer, desainer grafis, arsitek, pelukis, penulis, pewarta, musisi, freelancer, hingga penyedia peralatan dan perlengkapan produksi, rental studio editing, dan banyak lagi. Merata dihantam badai Covid-19, walau ada beberapa atau segelintir yang masih bisa survive dan tergolong tak berpengaruh banyak dari hantaman efek wabah ini.
Bisa dibayangkan, gelombang PHK, postpone produksi, atau sesederhana sepi order, menjadi ancaman dan mimpi buruk. Tak sedikit yang hopeless dengan keadaan, tak sedikit pula yang masih menaruh harapan ke depan. Dan saya memilih untuk menaruh harapan.
Kondisi sekarang ini memang tidak mudah dihadapi. Tidak semudah teori-teori motivasi. Utamanya bagi yang tidak mengira dan tidak siap dengan adanya perubahan model bisnis dan tata ekonomi yang sudah terlihat gejalanya hampir lebih dari 5 tahun terakhir. Aktor utamanya jelas, laju kemajuan teknologi.
Apakah menghadapinya harus dengan menyerah, frustrasi, atau buntu kreasi? Saya memilih tidak. Apa pasal? Mari kita berpikir positif, optimis bahwa pasti ada hikmah di balik peristiwa meyedihkan ini. Kenapa optimis? karena pesimis justru tidak menghasilkan apa-apa kecuali rasa takut dan frustrasi.
Mari kita bayangkan saat nanti pandemi ini sudah berlalu. Akan banyak sekali aktifitas yang sudah ditidurkan sementara akan kembali diaktifkan. Bahkan akan sangat agresif. Lalu lihatlah nanti efek dominonya.
Sebagai contoh, saat semua sudah normal, tak salah kalau kita membayangkan akan ada yang berinisiatif membuat dokumenter peristiwa bersejarah mewabahnya Covid-19. Siapa yang akan ikut bekerja mewujudkannya? Setidak-tidaknya produser, sutradara, penulis skenario, film editor, music composer, desainer poster, web developer, social media officer, rental camera & lighting hingga kebutuhan crew.
Atau lihatlah ke depan saat kita sudah boleh beraktifitas bebas. Event fun run, yang sebelum wabah datang justru sedang agresif diselenggarakan, akan muncul kembali bersamaan dengan makin tingginya kesadaran hidup sehat di masayarakat. Siapa yang akan terlibat? Event organizer, influencer, sport brand ternama, web developer, desainer flyer, home band, fotografer, videografer, vlogger, merchandise maker, pegiat kuliner dan banyak lagi.
Lalu bayangkan, saat banyak brand retail berlomba-lomba mengkampanyekan jaminan produk higenis, strategi komunikasi baru harus diciptakan. Siapa yang akan terpanggil? Creative director, art director, digital marketer, public relation, social media strategist, blogger, fotografer, copywriter, desainer multimedia, desainer kemasan, desainer grafis, hingga product display designer.
Jangan lupa juga, saat nightmare ini berakhir, bisa kita terawang bakal menggeliat konser-konser musik dengan tema charity, mengumpulkan bantuan bagi masyarakat yang kondisi ekonominya hancur-lebur. Yang akan join? Musisi, artis, sound engineer, show director, stage manager, produser, event management, multimedia, content creator, spesialis dokumentasi, rental sound system, rental panggung, dan banyak lagi pastinya, termasuk after show production yang akan dikompilasi menjadi satu produk rekaman. Can you imagine?
Gak akan muat kalau semua harus dipaparkan di sini. Karena inipun belum terbahas bisnis-bisnis kreatif yang online base atau bahkan yang terkoneksi dengan sektor pariwisata. Webinar (web seminar), workshop online, e-learning, digital consultancy, web & apps development consultancy, marketplace, creative market, online project pitching dan segudang sub kerja kreatif yang luar biasa potensial.
Pertanyaannya, siapkah kita semua (pekerja kreatif) menghadapinya? Atau lebih suka terlena dengan kondisi yang gelap, sepi dan muram ini?
Mari kita ambil hikmahnya, saat kita sekarang rata-rata sedang mengikuti anjuran #StayHome dan #WorkFromHome, saat inilah kesempatan untuk mengasah diri, menaikkan grade diri sendiri, mulai membuka diri dengan perkembangan teknologi yang melaju. Buatlah ide dari sekarang untuk ditabung, dan pada saatnya nanti bisa dituai dengan pantas. Bacalah kondisi industri kreatif yang berkembang, kemana arahnya.
Wabah penyakit yang dahsyat ini memberikan kita banyak pelajaran. Bahwa sebagai pekerja kreatif, kita juga harus menyiapkan diri untuk kondisi-kondisi tak terkira. Menabung ide yang mengikuti zaman, atau menyiapkan pondasi untuk zaman yang pasti berubah. Mulai berpikir bukan “Out of the Box” tapi berpikir “There is No Box”.
Salah satu kekuatan utama yang nanti akan menjadi jaring pengaman bagi pekerja kreatif adalah networking dan saling bekerjasama. Ini saatnya berkolaborasi, bukan berkompetisi. Bersama kita bergerak, bersama kita maju.
Jadi mari kita hadapi kondisi “Emergency” ini dengan kuat. Kondisi ini memang berat. Menghadapinya tak semudah banyak bicara. Saya hanya bisa menyarankan, tetaplah berkomunikasi antar pegiat kreatif. Bertukar pikiran tanpa harus bertemu atau tatap muka. Berdiskusi dengan sehat. Cari persamaan, jangan asah perbedaan. Temukan ide-ide bersama. Rancang cara baru dalam berbisnis dan bekerja. Setidak-tidaknya, walau bukan siapa-siapa, sayapun bersedia menjadi teman diskusi kreatif.
Dan pastinya, kita tuntaskan dulu masa wabah ini dengan berdisiplin menjalankan apa yang seharusnya kita lakukan. Tetaplah di rumah, bekerja dan berkarya di rumah, selalu berpikir positif, dan jangan berhenti memohon pada Tuhan agar wabah ini segera sirna. Semoga kondisi kita semua tetap baik-baik saja, dan selalu dalam lindungan-Nya.
Jabat erat!
The post Surat Terbuka untuk Para Pekerja Kreatif Era #Covid19 appeared first on yogasdesign.
]]>The post Membuat Creative Brief, Mempermudah Proses Kreatif appeared first on yogasdesign.
]]>
pixabay.com
Lalu apa sebenarnya creative brief? Benarkah diperlukan? Pada dasarnya creative brief merupakan dokumen-dokumen yang berisi data-data penting mengenai hampir semua hal menyangkut arah dan tujuan dari dilaksanakannya pekerjaa kreatif sehubungan dengan kebutuhan-kebutuhan klien. Dalam membuat creative brief biasanya juga dilengkapi dengan menyantumkan beberapa hasil riset menyangkut kondisi pasar, persaingan, segmentasi pasar hingga positioning yang diinginkan. Crearive brief ini harus diserahkan kepada klien untuk disetujui berdasarkan client brief yang didapat pada awal akan dikerjakannya suatu proyek.
Banyak hal yang dapat ditanyakan kepada klien pada tahap mendapatkan client brief atau biasa dikenal risalah klien, berhubungan dengan creative brief ini. Hal-hal yang akan ditanyakan tersebut semua menjadi panduan eksekutor kreatif dalam menyusun konsep ataupn memulai dicetuskannya ide. Dengan adanya creative brief yang tentunya sudah disepakati, tentu saja akan sangat membantu untuk bersama antara pihak klien dan pelaksana pekerjaan kreatif menemukan titik temu berhubungan dengan standar yang ingin dicapai.
Dengan membuat creative brief minimal para pelaksana pekerjaan kreatif mengetahui latar belakang ataupun aturan kerja pelaksanaan pekerjaan, membantu agar pekerrjaan atau proyek yang dilaksanakan tetap pada jalurnya, adanya tujuan yang jelas dan agar dapat mengukur tingkat kesuksesan hasil final dari pelaksaan proyek kreatif tsb.
Pada dasarnya secara sederhana creative brief mengandung hal-hal pokok seperti berikut:
Lalu agar lebih detail, hal-hal pokok tersebut biasanya dapat dikembangkan atau diperdalam. Dan agar lebih terarah dalam membuat creative brief berdasarkan client brief, secara umum dapat diuraikan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
Nah, masing-masing pelaksana pekerjaan kreatif biasanya juga memiliki tambahan-tambahan atau variasi dari keragaman data serta fakta yang dapat ditambahkan sesuai pekerjaan dan jenis klien yang dihadapi.**
The post Membuat Creative Brief, Mempermudah Proses Kreatif appeared first on yogasdesign.
]]>