Warning: opendir(/DATA/k8016220/public_html/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/load.php on line 981

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/load.php:981) in /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
viral marketing Archives - yogasdesign https://yogasdesign.com/tag/viral-marketing/ Gagasan & Kreativitas Sat, 10 Mar 2018 02:11:08 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://yogasdesign.com/wp-content/uploads/2016/02/YogasDesign-icon3-150x150.jpg viral marketing Archives - yogasdesign https://yogasdesign.com/tag/viral-marketing/ 32 32 Viral Marketing dan Content Spreading, Mana Lebih Menguntungkan? https://yogasdesign.com/viral-marketing-dan-content-spreading-mana-lebih-menguntungkan/ Wed, 28 Feb 2018 03:01:52 +0000 http://yogasdesign.com/?p=493 Kemunculan bayi baru bernama viral marketing begitu antusias disambut. Ramai-ramai mereka mempraktikkan metode penyebaran pesan ini dengan mempertajam kreatifitas pada konten. Tapi tak semua menemukan hasil yang signifikan. Karena memang makin banyaknya konten yang sengaja dirancang Baca Selengkapnya...

The post Viral Marketing dan Content Spreading, Mana Lebih Menguntungkan? appeared first on yogasdesign.

]]>
Kemunculan bayi baru bernama viral marketing begitu antusias disambut. Ramai-ramai mereka mempraktikkan metode penyebaran pesan ini dengan mempertajam kreatifitas pada konten. Tapi tak semua menemukan hasil yang signifikan. Karena memang makin banyaknya konten yang sengaja dirancang agar mendapatkan efek viral justru membuat publik makin selektif memilih konten mana yang layak dibagi-bagikan ulang hingga menyebar seluas-luanya. Bahkan tak sedikit yang juga berefek bumerang bagi pembuat konten dengan terbentuknya stigma maupun sentimen negatif.

viral marketing

https://pikwizard.com

Kemajemukan konten media yang tersebar di dunia maya mau tak mau membuat praktisi komunikasi maupun pemasaran harus menemukan formula baru lagi. Dengan mengambil inspirasi dari keberadaan viral marketing, metode penyebaran pesan juga bisa di proses turunan tujuan komunikasinya. Salah satu yang mengemuka adalah dengan “cukup” membenamkan tujuan tersebar luas tanpa terbebani misi untuk viral. Atau degan kata lain disapa dengan istilah content spreading.

Seperti apa persisnya? Intinya adalah membuat konten atau muatan materi yang dimiliki satu institusi ataupun brand seluas mungkin terlihat oleh publik yang sudah ditentukan segmennya. Content spreading tidak memfokuskan pada tujuan “link click” maupun dibagi-bagikan ulangnya konten oleh publik. Konten yang termuat memang tak sekadar tautan berita ataupun segala jenis media seperti foto dan video, tapi juga bermacam brand maupun corporate activity, seperti penyelenggaraan event, CSR activity, creative content, dll. Relatif tidak ada perbedaan dengan muatan konten pada aktifitas viral marketing.

Membuat publik sasaran aware dengan keberadaan brand adalah default objective yang menjadi dasar dilakukannya content spreading. Dari situ bisa disisipkan juga beberapa tujuan komunikasi yang ingin disampaikan. Seperti memperlihatkan eksistensi kepada rekanan bisnis seperti calon sponsor atau bahkan calon investor.

Nampaknya memang metode content spreading ini menjadi lebih tepat guna dibanding viral marketing dalam tujuan pemasaran yang berbeda. Viral marketing lebih menitikberatkan pada tujuan web visitor dan aktifitas membagikan ulang konten yang diproduksi, termasuk juga biasanya berujung pada percepatan angka-angka pada media analytic data, dan kemudian juga sedikit banyak berpengaruh pada pengakuan publik terhadap brand maupun produk.

Dalam content spreading aktifitas yang dilakukan seperti tidak mempedulikan tujuan “link click” ataupun menggantungkan harapan kepada publik untuk membagikan ulang . Yang dilakukan adalah mengusahakan agar publik yang berkepentingan ataupun punya korelasi dengan brand terjangkau dalam aktifitas penyebaran pesan. Apakah nantinya sekadar melihat dalam timeline media sosial sambil lewat, atau beraktifitas lebih dalam dengan melalukan investigasi terhadap eksistensi brand tersebut. Dari sini jelas bahwa formula ini lebih cocok untuk aktifitas branding, atau yang banyak didefiniskan sebagai proses membenamkan brand pada benak dan hati konsumen melalui berbagai cara yang memberikan dampak bagi kehidupan konsumen tersebut. Lalu biasanya dilanjutkan dengan menjalankan program positioning.

Memang, content spreading ini akan lebih banyak upaya melakukan sendiri aktifitas penyebarannya. Utamanya dengan menggunakan social media ads dengan memilah-milah audiens yang dituju secara spesifik. Selain itu saluran komunikasi dengan chat engine yang sudah menyediakan fitur group chat ataupun channel, bisa membantu perluasan sebaran konten. Dari jenis kelamin, usia, personal interest, geografi, dan tentunya pekerjaan. Dalam viral marketing, selain juga mengandalkan social media booster, upaya yang paling banyak meguras tenaga adalah kreatifitas dan perencanaan konten yang terbebani dengan misi viral. Keharusan untuk memenuhi standard konten berpotensi viral pun belum tentu punya hasil yang signifikan.

Dari paparan sederhana ini, secara umum dapat diasumsikan bahwa viral marketing lebih mengadopsi prinsip hard selling, sedangkan content spreading pada prinsip soft selling. Jadi, tak usah kecewa lagi bagi yang gagal dalam merancang viral content, karena masih banyak varian-varian ataupun formula baru dalam rangka membesarkan brand maupun nama korporasi tanpa harus “mengemis” dalam lingakaran dunia viral.

The post Viral Marketing dan Content Spreading, Mana Lebih Menguntungkan? appeared first on yogasdesign.

]]>
Viral Marketing dan Efektifitas Penyebaran Pesan https://yogasdesign.com/viral-marketing/ https://yogasdesign.com/viral-marketing/#comments Tue, 10 May 2016 14:11:52 +0000 http://yogasdesign.com/?p=310 Mendadak di saat media sosial makin menggurita, istilah viral marketing mencuat merebut perhatian. Terutama bagi para profesional di bidang pemasaran, periklanan dan kreatif. Metode pemasaran yang banyak mengandalkan eksistensi media sosial ini perlahan menjadi senjata Baca Selengkapnya...

The post Viral Marketing dan Efektifitas Penyebaran Pesan appeared first on yogasdesign.

]]>
Mendadak di saat media sosial makin menggurita, istilah viral marketing mencuat merebut perhatian. Terutama bagi para profesional di bidang pemasaran, periklanan dan kreatif. Metode pemasaran yang banyak mengandalkan eksistensi media sosial ini perlahan menjadi senjata utama dan efektif dalam memasarkan produk maupun jasa.

viral marketing

pixabay.com

Istilah viral marketing ini bisa dikatakan dipopulerkan oleh Tim Draper dan Steve Jurvetson dari perusahaan venture capital, Draper Fisher Jurvetson di tahun 1997 untuk menjelaskan kesuksesan marketing Hotmail sebagai email provider. Viral marketing juga dikenal dengan beberapa istilah seperti marketing buzz atau viral advertising. Pada prinsipnya  viral marketing adalah  teknik pemasaran dengan menggunakan social network untuk menyampaikan pesan kepada target audience. Adapun proses dari viral marketing ini diungkapkan beberapa ahli marketing sebagai proses yang mirip dengan penyebaran virus.

Maka dapatlah diuraikan juga bahwa viral marketing sebenarnya adalah adopsi dari sistem pemasaran jaringan. Dimana sistem ini menggunakan kekuatan duplikasi. Kegiatan dalam viral marketing banyak ditujukan untuk membuat marketing (pemasaran) dapat menyebar dalam waktu singkat tanpa harus menggunakan usaha promosi pemasaran yang tergolong besar-besaran.

Lalu apa saja faktor penting dari viral marketing? Beberapa ahli pemasaran menguraikannya sebagai berikut:

  1. Menggunakan pembawa pesan yang kredibel. Pembawa pesan yang bagus akan mampu menyebarkan pesan dengan mudah, cepat dan langsung menuju sejumlah besar prospek.
  2. Cara dan sitem penyebaran pesan yang tepat, seperti: email, link, website, atau dari mulut ke mulut.
  3. Kompensasi atau intensif yang layak bagi pembawa pesan sebagai timbal balik atas upayanya menyebarkan pesan.
  4. Pesan yang dibuat ataupun terkandung harus membuat pembawa pesan dengan mudah menyebarkannya.
  5. Memiliki ruang untuk menyebarkan pesan, seperti: komunitas, grup, atau jaringan. Dengan adanya ruang ini maka potensi pesan menebar dengan cepat menjadi tinggi.

Kemudian, untuk melakukan viral marketing, bagaimana harus memulai? Simak beberapa hal ini:

  1. Selalu mengkuti dan update dengan tren yang berkembang serta yang sedang terjadi, dan terus menggali untuk menemukan cara-cara baru menyampaikan pesan atau berkomunikasi.
  2. Tak bisa dipungkiri, pesan yang disertai gambar selalu lebih menarik. Begitupula dengan video. Buatlah materi pemasaran dalam bentuk video, karena video dipercaya memiliki daya tarik yang sangat kuat dalam mempengaruhi audiens.
  3. Gunakan keyword atau tag yang tepat dan cerdik. Dan muatlah di materi-materi pemasaran yang ada di website, weblog maupun video streaming web dan media-media sosial.
  4. Bangkitkanlah sisi emosi manusia. Senang, gembira, sedih, marah, tertawa, menangis adalah hal-hal dapat jadi pertimbangan. Lelucon atau humor hanyalah salah satu contoh dimana masih menjadi santapan yang relatif membuat orang bergembira ataupun senang. Jika materi pesan yang disampaikan membuat orang tertawa, maka potensi untuk di share kembali oleh mereka menjadi tinggi.
  5. Cobalah memanfaatkan ketenaran sesorang untuk membantun pesan cepat tersebar dan dapat mempengaruhi audiens.Pastikan juga orang tersebut mempunyai citra baik sesuai kandungan pesan yang akan disampaikan.
  6. Buatlah semacam kontes, kuis ataupun lomba lomba yang berpotensi disebarluaskan oleh audiens kepada teman-temannya.
  7. Sampaikanlah hal-hal baru yang membuat orang terkejut atau bahkan mengandung kontroversi tapi tidak sensitif. Tetap berhati-hatilah dengan unsur SARA. Dengan membuat orang terkejut maka diharapkan akan membuat orang tergugah untuk membagi-bagikannya.
  8. Manfaatkan semua media sosial yang dimiliki untuk melakukan kegiatan sharing. Dan tentu tetaplah bijak dalam menggunakannya. Agresifitas di media sosial sebaiknya tetap terkontrol dengan baik agar tidak menimbulkan kesan membabi-buta.**

The post Viral Marketing dan Efektifitas Penyebaran Pesan appeared first on yogasdesign.

]]>
https://yogasdesign.com/viral-marketing/feed/ 1