Warning: opendir(/DATA/k8016220/public_html/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/load.php on line 981

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/load.php:981) in /DATA/k8016220/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
tutorial design Archives - yogasdesign https://yogasdesign.com/tag/tutorial-design/ Gagasan & Kreativitas Wed, 20 Mar 2024 08:43:08 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://yogasdesign.com/wp-content/uploads/2016/02/YogasDesign-icon3-150x150.jpg tutorial design Archives - yogasdesign https://yogasdesign.com/tag/tutorial-design/ 32 32 IBRAF 2017 Event Website https://yogasdesign.com/ibraf-2017-event-website/ Wed, 20 Mar 2024 08:41:22 +0000 https://yogasdesign.com/?p=920   ibrafindonesia.com (inactive domain)

The post IBRAF 2017 Event Website appeared first on yogasdesign.

]]>
IBRAF website

 

ibrafindonesia.com (inactive domain)

The post IBRAF 2017 Event Website appeared first on yogasdesign.

]]>
MBOK BEREK Website https://yogasdesign.com/mbok-berek-website/ Thu, 13 Aug 2020 10:45:25 +0000 http://yogasdesign.com/?p=664 http://mbokberek.com/

The post MBOK BEREK Website appeared first on yogasdesign.

]]>
mbok berek website yogasdesign

http://mbokberek.com/

The post MBOK BEREK Website appeared first on yogasdesign.

]]>
FOOD & BEVERAGES MENU https://yogasdesign.com/food-beverages-menu/ Thu, 13 Aug 2020 13:18:27 +0000 http://yogasdesign.com/?p=660 The post FOOD & BEVERAGES MENU appeared first on yogasdesign.

]]>
desain menu yogasdesign

The post FOOD & BEVERAGES MENU appeared first on yogasdesign.

]]>
Kaum Intelektual, Mencerdaskan atau Membodohi? https://yogasdesign.com/kaum-intelektual-mencerdaskan-atau-membodohi/ Fri, 17 Jul 2020 01:39:33 +0000 http://yogasdesign.com/?p=631 Bicara soal kaum intelektual, bisalah kita melihat gejala-gejala yang timbul di masyarakat, terbesit pemikiran. Pemikiran tentang pentingnya kadar intelektualitas seseorang dalam menyampaikan apa saja yang ada di benaknya. Mengapa harus dikatakan penting, karena dari kenyataan Baca Selengkapnya...

The post Kaum Intelektual, Mencerdaskan atau Membodohi? appeared first on yogasdesign.

]]>
Bicara soal kaum intelektual, bisalah kita melihat gejala-gejala yang timbul di masyarakat, terbesit pemikiran. Pemikiran tentang pentingnya kadar intelektualitas seseorang dalam menyampaikan apa saja yang ada di benaknya. Mengapa harus dikatakan penting, karena dari kenyataan yang ada kita disuguhi ‘tontonan’, betapa kaum yang mengaku dari golongan intelek begitu percaya untuk menyampaikan ataupun memberikan masukan kepada bangsa ini untuk keluar dari permasalahan-permasalahan yang mendera.

Sebenarnya bukan saat ini saja para intelektualis dipercaya memberikan sumbang saran bagi kepentingan umum. Dari jaman kerajaan-pun hal ini sudah dilakukan. Contohnya, seorang raja yang sangat percaya kepada para cendikiawan. Mereka dipercaya kerena potensinya masing-masing yang mencoba untuk berpikir bedasarkan proses sebab-akibat. Kalau keadaan begini, maka akibatnya begitu. Kalau keadaan begitu, maka akibatnya begini.

Di zaman sekarang ini kita juga dapat melihat bahwa, tak diminta oleh siapapun, makin banyak saja yang dengan kesadaran penuh mempraktekkan dirinya sebagai bagian dari kaum intelek. Kaum dengan tingkat intelektual di atas rata-rata. “Dari indikasi yang ada, kita diharapkan dapat meng-implementasi-kan potensi kita ke dalam proses bergaining. Sehingga tidak terjadi setback yang tak diharapkan, menyusul adanya distorsi dalam sistem yang sudah dikonfirmasikan bersama”, begitu kata salah satu pengamat sosial politik.

Lalu biasanya orang yang kebetulan ada di sekelilingnya pun dengan semangat menimpali, “Benar apa yang dikatakan teman saya ini. Dalam mencapai tingkat pengkristalan sistem, setiap personal diharapkan dapat mempertahankan kekonsistennannya sebagai elemen sistem tersebut. Bahkan, dalam rangka memulai step-step selanjutya, kausa-kausa yang telah lalu cenderung dapat kita jadikan plafond dalam menghitung kadar kesatuan atribut-atribut sistem”. Lalu decak kagum diiringi hiasan tepuk tangan, menggema di ruangan sebuah seminar.

Dengan tema “Mari Memberantas Kebutaan Politik”, seminar itu dapat menjadi contoh betapa pintarnya kaum intelektual itu. Betapa pemikiran-pemikiran mereka selalu menggunakan prosedur keilmupengetahuan. Lontaran pendapat ataupun teori seakan merupakan solusi prima dalam menyelesaikan masalah. Atau merupakan masukan terbaik mengenai sebuah masalah.

Tapi rasa-rasanya kita sudah sangat sering mendengar atau menyaksikan sendiri banyaknya diskusi-diskusi maupun seminar-seminar yang intinya mencari jalan keluar masalah yang dialami masayarakat luas. Tentang kelaparan, tentang perbankan, atau mungkin tentang seks bebas. Dan nyata-nyata dalam pandangan kita, kemiskinan tak kunjung habis. Krisis tak kunjung hilang. Dan moral tak kunjung baik.

Padahal, kalau kita simak di kehidupan sehari-hari, di Indonesia kita ini, begitu banyak para ahli yang dipercaya sebagai kaum intelektual. Kaum yang dengan serta-merta selalu mengeluarkan ‘kata-kata kuncian’ agar mendukung prediksi ataupun opini tentang bagaimana membawa Indonesia ke dalam keadaan yang lebih cerah. Lalu apa yang salah, siapa yang salah?

Rasanya sulit melihat siapa yang salah. Karena yang kita ketahui, bahwa para pecinta intelektualitas diakui sebagai orang-orang yang akan mengabdi kepada masyarakat. Mengabdikan ilmu yang sudah terlalu menumpuk di kepala untuk kepentingan masyarakat. Bukan untuk kepentingan diakuinya mereka di mata masyarakat.

Maka ada baiknya mereka yang mengaku berintelektualitas tinggi tidak hanya fasih melontarkan kata dengan kadar intelektual, tapi juga fasih melontarkan kata berdasarkan hasil pemikiran mereka sebagai intelektual sejati. Sehingga masyarakat tak termakan indikasi-indikasi, implementasi, bergaining, step, konfirmasi, setback, atau apa saja yang justru membuat mereka merasa sebagai orang paling bodoh. Atau memang masyarakat kita memang sudah terbiasa dibodoh-bodohi dan saling membodohi? *

The post Kaum Intelektual, Mencerdaskan atau Membodohi? appeared first on yogasdesign.

]]>
CALENDAR https://yogasdesign.com/calendar/ Wed, 15 Jul 2020 02:16:00 +0000 http://yogasdesign.com/?p=623 The post CALENDAR appeared first on yogasdesign.

]]>
desain kalender calendar design

The post CALENDAR appeared first on yogasdesign.

]]>
COMPANY PROFILE https://yogasdesign.com/company-profile/ Sat, 11 Jul 2020 00:47:45 +0000 http://yogasdesign.com/?p=620 The post COMPANY PROFILE appeared first on yogasdesign.

]]>
company profile design

The post COMPANY PROFILE appeared first on yogasdesign.

]]>
Konten Gratis untuk Kebutuhan Produk Kreatif https://yogasdesign.com/konten-gratis-untuk-kebutuhan-produk-kreatif/ Sun, 18 Aug 2019 14:49:36 +0000 http://yogasdesign.com/?p=539 Kebutuhan konten gratis baik berupa vector, illustrasi kartun, maupun foto dan video menjadi lebih agresif semenjak platform digital menjadi konsumsi utama publik dalam memperoleh informasi. Tentunya termauk keberadaan media sosial yang tak bisa lepas dari Baca Selengkapnya...

The post Konten Gratis untuk Kebutuhan Produk Kreatif appeared first on yogasdesign.

]]>
Kebutuhan konten gratis baik berupa vector, illustrasi kartun, maupun foto dan video menjadi lebih agresif semenjak platform digital menjadi konsumsi utama publik dalam memperoleh informasi. Tentunya termauk keberadaan media sosial yang tak bisa lepas dari keseharian manusia modern saat ini.

konten gratis-yogasdesign
Photo by bruce mars on Unsplash

Berbagai macam konten gratis kreatif dibuat untuk mengakomodir makin variatifnya keinginan audiens menelan informasi yang tersebar di dunia maya. Publik tak lagi hanya berkubutuhan terhadap informasi standar yang disajikan oleh banyak situs. Tapi juga bentuk-bentuk baru kaya kreatifitas seperti, infografis, videografis, blog vlog, hingga web series dan banyak lagi.

Salah satu kebutuhan yang terus meningkat tentunya adalah foto, ilustrasi vector dan video sebagai unsur utama kaya visual. Tapi, tidak semua penyedia konten informasi siap memproduksinya. Pastinya unsur pembiayaan dan skill juga menjadi pertimbangan khusus. Bahkan untuk berlangganan situs penyedia stok vector, foto maupun video.

Tapi beruntunglah, justru saat ini makin banyak platform penyedia konten gratis berupa stok foto dan video (footage) yang memberlakukan aturan penggunaan cuma-cuma kepada siapapun yang memerlukannya. Bahkan beberapanya para penyedia konten ini tidak mewajibkan adanya credit title untuk pemuatannya. Anda hanya perlu melakukan registrasi, lalu sign in dan bebas memilih konten gratis untuk didownload, dan tidak sedikit pula yang tak perlu registrasi.

Nah, berikut beberapa situs penyedia konten gratis berupa foto. vector, illustrasi dan video yang bebas digunakan untuk keperluan apa saja termasuk beberapanya bisa untuk tujuan komersil, sejauh tidak diklaim sebagai karya sendiri dan diperjualbelikan atau didistribusikan ulang kepada pihak lain. Jangan lupa untuk membaca aturan pemakainnya dan ada baiknya penggunaan menyertakan credit title atau attribution sebagai rasa menghargai kepada karya para penyedia konten gratis ini.**

Pixabay

yogasdesign Pixabay image

Pexels

yogasdesign-Pexels-image

Unsplash

yogasdesign-Unsplash-image

Maxpixel

yogasdesign-Maxpixel-image

Rawpixel

yogasdesign-Rawpixel-image

Publicdomainpictures

yogasdesign-Publicdomain-image

Stocksnap

yogasdesign-Stocksnap-image

Videvo

yogasdesign-Videvo-image

Stockfootageforfree

yogasdesign-Stockfootagefree-image

Videezy

yogasdesign-Veedizy-image

Coverr

yogasdesign-Coverr-image

Mazwai

yogasdesign-Mazwai-image

Publicdomainvectors

yogasdesign-Publicvector-image

Stockio

yogasdesign-Stockio-image

Vexels

yogasdesign-Vexels-image

123freevectors

yogasdesign-123vector-image

Freepik

yogasdesign-Freepik-image

Flaticon

yogasdesign-Flaticon-image

The post Konten Gratis untuk Kebutuhan Produk Kreatif appeared first on yogasdesign.

]]>
Saat Timor Leste Menggali Ilmu Media Relations di Indonesia https://yogasdesign.com/timor-leste-gali-ilmu-media-relations-di-indonesia/ Wed, 28 Nov 2018 03:11:14 +0000 http://yogasdesign.com/?p=524 Hubungan masyarakat disingkat Humas, juga dikenal dalam bahasa inggris sebagai Public Relations (PR). Secara definisi banyak sekali versinya. Salah satu yang banyak ditemukan dalam literatur adalah definisi yang dirilis International Public Relations Association (IPRA), berikut Baca Selengkapnya...

The post Saat Timor Leste Menggali Ilmu Media Relations di Indonesia appeared first on yogasdesign.

]]>
Hubungan masyarakat disingkat Humas, juga dikenal dalam bahasa inggris sebagai Public Relations (PR). Secara definisi banyak sekali versinya. Salah satu yang banyak ditemukan dalam literatur adalah definisi yang dirilis International Public Relations Association (IPRA), berikut ini:

Hubungan masyarakat atau Public Relations adalah sebuah fungsi manajemen yang terencana dan berkelanjutan, organisasi induk dan lembaga swasta atau publik yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian, simpati, dan dukungan dari pihak – pihak terkait atau yang memiliki hubungan dengan penelitian opini publik di antara mereka

Photo by rawpixel on Unsplash

Hubungan masyarakat (Humas) atau Public Relations (PR) juga merupakan bentuk seni berkomunikasi dengan publik untuk membangun saling pengertian, menghindari kesalahpahaman dan mispersepsi, sekaligus membangun citra positif lembaga.

Sebagai sebuah profesi, seorang Humas banyak memikul tanggung jawab dalam memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi.

Adapun pekerjaan-pekerjaan yang biasa dikerjakan humas, antara lain:

  • Mengenalkan instasi/perusahaan
  • Mengorganisasi kegiatan untuk membentuk citra.
  • Menyebarkan informasi kepada publik.
  • Mengevaluasi opini publik
  • Membuat program-program yang melibatkan masyarakat
  • Membina hubungan dengan media (pers)
  • Melakukan persuasi dan negoisasi dengan berbagai pihak.
  • Membuat program-program yang bermanfaat bagi kesejahteraan sosial
  • Mengelola media sosial
  • Media monitoring

Sedangkan tanggung jawab fungsional Humas itu sendiri adalah:

  • Relasi Eksternal: Komunikasi dengan kelompok orang-orang di luar instansi/perusahaan.
  • Relasi Internal: Komunikasi untuk menjaga hubungan antara karyawan, manajer, serikat pekerja, pemegang saham, dan kelompok internal lainnya.
  • Relasi Media. Komunikasi yang dilakukan perusahaan dengan media massa.

Khusus untuk urusan relasi dengan media (media relations) banyak praktisi yang mengategorikannya sebagai bagian dari relasi eksternal. Tapi beberapa praktisi kehumasan ada juga yang menganggap hubungan dengan media merupakan bidang tersendiri di luar humas.

Hal ini bukanlah sesuatu yang perlu menjadi perdebatan. Toh, esensinya media relations adalah bagaimana seorang humas yang menjadi wakil sebuah lembaga untuk berhubungan dengan media ataupun wartawan, harus juga mengetahui bagaimana pola hubungan yang ideal.

Untuk itulah, dalam rangka pengembangan peran dan fungsi humas dalam lembaga pemerintahan di Timor Leste, khuusnya dalam lingkungan kementrian keuangan negera tersebut, penulis ditunjuk menjadi salah satu nara sumber untuk memaparkan seluk beluk “Media Relations”. Adapun acara tersebut bertajuk “Media Strategy for Communication” yang diselengarakan Ministry of Planning and Finance Democratic Republic of Timor-Leste, diadakan di Jakarta, 12-17 November 2018.

Negara yang pada 2018 berpopulasi sekitar 1,3 juta jiwa tersebut memandang perlu menggali lebih banyak soal ilmu kehumasan di Indonesia. Maklum saja usia kemerdekaannya yang masih seumur jagung memang menuntut mereka harus banyak belajar kepada negara-negara tetangga. Terutama dengan Indonesia yang secara historis punya kedekatan emosional.

Faktanya, seperti diungkapkan para staf  Ministry of Planning and Finance Democratic Republic of Timor-Leste, jumlah media di negara ini belum banyak. Terhitung yang bisa diperhitungkan eksistensinya ada lima media. Itupun termasuk semua kategori media. Televisi, cetak, online dan radio. Kegiatan kehumasan secara umum juga belum terstruktur. Walaupun beberapa bentuk kegiatannya sudah sering dilakukan. Pers juga masih sangat pasif terhadap pemuatan berita menyangkut kepemerintahan. Regulasi media online dan internet sementara ini belum direalisasi.

Lalu apa saja yang dipaparkan dalam event tersebut, Anda yang berminat membacanya dapat mengunduh modul berjudul “Media Relations: Harmonisasi Humas dan Media Massa”, di tautan ini: DOWNLOAD

The post Saat Timor Leste Menggali Ilmu Media Relations di Indonesia appeared first on yogasdesign.

]]>
MAGAZINE COVERS https://yogasdesign.com/magazine-covers/ https://yogasdesign.com/magazine-covers/#respond Fri, 09 Mar 2018 10:38:16 +0000 http://yogasdesign.com/?p=271 The post MAGAZINE COVERS appeared first on yogasdesign.

]]>
cover majalah yogasdesign

The post MAGAZINE COVERS appeared first on yogasdesign.

]]>
https://yogasdesign.com/magazine-covers/feed/ 0
Viral Marketing dan Content Spreading, Mana Lebih Menguntungkan? https://yogasdesign.com/viral-marketing-dan-content-spreading-mana-lebih-menguntungkan/ Wed, 28 Feb 2018 03:01:52 +0000 http://yogasdesign.com/?p=493 Kemunculan bayi baru bernama viral marketing begitu antusias disambut. Ramai-ramai mereka mempraktikkan metode penyebaran pesan ini dengan mempertajam kreatifitas pada konten. Tapi tak semua menemukan hasil yang signifikan. Karena memang makin banyaknya konten yang sengaja dirancang Baca Selengkapnya...

The post Viral Marketing dan Content Spreading, Mana Lebih Menguntungkan? appeared first on yogasdesign.

]]>
Kemunculan bayi baru bernama viral marketing begitu antusias disambut. Ramai-ramai mereka mempraktikkan metode penyebaran pesan ini dengan mempertajam kreatifitas pada konten. Tapi tak semua menemukan hasil yang signifikan. Karena memang makin banyaknya konten yang sengaja dirancang agar mendapatkan efek viral justru membuat publik makin selektif memilih konten mana yang layak dibagi-bagikan ulang hingga menyebar seluas-luanya. Bahkan tak sedikit yang juga berefek bumerang bagi pembuat konten dengan terbentuknya stigma maupun sentimen negatif.

viral marketing

https://pikwizard.com

Kemajemukan konten media yang tersebar di dunia maya mau tak mau membuat praktisi komunikasi maupun pemasaran harus menemukan formula baru lagi. Dengan mengambil inspirasi dari keberadaan viral marketing, metode penyebaran pesan juga bisa di proses turunan tujuan komunikasinya. Salah satu yang mengemuka adalah dengan “cukup” membenamkan tujuan tersebar luas tanpa terbebani misi untuk viral. Atau degan kata lain disapa dengan istilah content spreading.

Seperti apa persisnya? Intinya adalah membuat konten atau muatan materi yang dimiliki satu institusi ataupun brand seluas mungkin terlihat oleh publik yang sudah ditentukan segmennya. Content spreading tidak memfokuskan pada tujuan “link click” maupun dibagi-bagikan ulangnya konten oleh publik. Konten yang termuat memang tak sekadar tautan berita ataupun segala jenis media seperti foto dan video, tapi juga bermacam brand maupun corporate activity, seperti penyelenggaraan event, CSR activity, creative content, dll. Relatif tidak ada perbedaan dengan muatan konten pada aktifitas viral marketing.

Membuat publik sasaran aware dengan keberadaan brand adalah default objective yang menjadi dasar dilakukannya content spreading. Dari situ bisa disisipkan juga beberapa tujuan komunikasi yang ingin disampaikan. Seperti memperlihatkan eksistensi kepada rekanan bisnis seperti calon sponsor atau bahkan calon investor.

Nampaknya memang metode content spreading ini menjadi lebih tepat guna dibanding viral marketing dalam tujuan pemasaran yang berbeda. Viral marketing lebih menitikberatkan pada tujuan web visitor dan aktifitas membagikan ulang konten yang diproduksi, termasuk juga biasanya berujung pada percepatan angka-angka pada media analytic data, dan kemudian juga sedikit banyak berpengaruh pada pengakuan publik terhadap brand maupun produk.

Dalam content spreading aktifitas yang dilakukan seperti tidak mempedulikan tujuan “link click” ataupun menggantungkan harapan kepada publik untuk membagikan ulang . Yang dilakukan adalah mengusahakan agar publik yang berkepentingan ataupun punya korelasi dengan brand terjangkau dalam aktifitas penyebaran pesan. Apakah nantinya sekadar melihat dalam timeline media sosial sambil lewat, atau beraktifitas lebih dalam dengan melalukan investigasi terhadap eksistensi brand tersebut. Dari sini jelas bahwa formula ini lebih cocok untuk aktifitas branding, atau yang banyak didefiniskan sebagai proses membenamkan brand pada benak dan hati konsumen melalui berbagai cara yang memberikan dampak bagi kehidupan konsumen tersebut. Lalu biasanya dilanjutkan dengan menjalankan program positioning.

Memang, content spreading ini akan lebih banyak upaya melakukan sendiri aktifitas penyebarannya. Utamanya dengan menggunakan social media ads dengan memilah-milah audiens yang dituju secara spesifik. Selain itu saluran komunikasi dengan chat engine yang sudah menyediakan fitur group chat ataupun channel, bisa membantu perluasan sebaran konten. Dari jenis kelamin, usia, personal interest, geografi, dan tentunya pekerjaan. Dalam viral marketing, selain juga mengandalkan social media booster, upaya yang paling banyak meguras tenaga adalah kreatifitas dan perencanaan konten yang terbebani dengan misi viral. Keharusan untuk memenuhi standard konten berpotensi viral pun belum tentu punya hasil yang signifikan.

Dari paparan sederhana ini, secara umum dapat diasumsikan bahwa viral marketing lebih mengadopsi prinsip hard selling, sedangkan content spreading pada prinsip soft selling. Jadi, tak usah kecewa lagi bagi yang gagal dalam merancang viral content, karena masih banyak varian-varian ataupun formula baru dalam rangka membesarkan brand maupun nama korporasi tanpa harus “mengemis” dalam lingakaran dunia viral.

The post Viral Marketing dan Content Spreading, Mana Lebih Menguntungkan? appeared first on yogasdesign.

]]>