Algoritma Youtube Jangan Hanya Dipelajari, Tapi Disiasati

Algoritma Youtube mendadak jadi perbincangan hangat di abad digital. Ini seiring dengan dorongan membuat channel Youtube yang makin menjalar dan tak terbendung. Utamanya sejak kian banyak content creator yang mengantongi penghasilan melimpah dari platform media sharing ini. Bahkan hampir semua kalangan yang sudah melek digital tergiur menyeburkan diri dalam belantara konten berbasis audio visual dengan monetisasinya.

Bagaikan seleksi alam, tak sedikit pula yang bertumbangan karena urung mencapai hasil yang diimpikan. Banyak pasal, selain faktor kreasi dan kualitas konten, serbuan public figure yang juga berbondong-bondong menyerbu platform ini sedikit banyak juga jadi penyebab. Walaupun banyak juga di antara mereka yang sudah lebih dulu mengembangkan sejak lama.

Booming para public figure membuat channel Youtube jelas terlihat saat masuk masa pandemi, yang mengikis eksistensi mereka. Tak ayal nama dan wajah yang sudah familiar di publik menjadi makanan gurih Youtube, yang juga memberlakukan algoritma dalam mesin pencarinya. Dan semua sah-sah saja, toh, Youtube sendiri tidak memberikan batasan seputar itu.

Dengan network dan kekuatan finansial yang lebih stabil ketimbang content creator pendatang baru yang amatir, perekrutan tenaga-tenaga ahli dengan mudah didapatkan para pesohor ini. Dari sektor penguasaan produksi audio visual hingga soal membaca arah algoritma Youtube yang jadi sektor krusial dalam membuat channel.

Ya, faktor algoritma Youtube inilah salah satu yang banyak terabaikan oleh mereka yang terlanjur tergiur proyeksi penghasilan. Padahal layaknya sebuah produk teknologi, di belakang kecanggihan-kecanggihan yang terlihat masih ada unsur kecanggihan lain yang tak kasat mata. Dan itu harus dipelajari cara bekerjanya, lalu disiasati pastinya.

Seperti Apa Algoritma Youtube Bekerja?
Inti dari algoritma YouTube adalah merekomendasikan hal yang berbeda kepada orang yang berbeda. Secara ringkas, YouTube menggunakan tiga kategori utama untuk mempersonalisasi rekomendasi bagi pengguna, yaitu

  • Personalisasi: Relevansi minat user berdasarkan riwayat dan tindakan tontonan user.
  • Performa: CTR (Click-through rate), minat menonton video, durasi penayangan, kepuasan.
  • Faktor eksternal: Minat topik, bagaimana kinerja pesaing dan dan kebiasaan pada musim tertentu.

Biasanya hasil dari kerja algoritma ini, bagi pengguna, terditeksi pada video yang tampil beranda YouTube, peringkat hasil untuk setiap pencarian, dan video yang disarankan untuk untuk dilihat. Hal-hal ini membuat para content creator juga harus memperhatikan beberapa faktor penting yang akan mempengaruhi rekomendasi tersebut, di antaranya yaitu engagement metrics dan metadata.

algoritma youtube

 

algoritma youtube

 

algoritma youtube

 

Terdiri dari apa saja engangement metrics?

  • Views: berapa kali video yang diunggah ditonton.
  • Likes/Dislikes: lama waktu yang dihabiskan audiens saat menonton video Anda.
  • Comments: banyaknya komentar dari pengguna
  • CTR (Clickthrough rate): persentase penonton yang mengklik video setelah melihat thumbnail.
  • Retention: seberapa lama seorang pengguna menonton video yang diunggah.
  • Watch Time: gabungan jumlah waktu yang dihabiskan pemirsa untuk menonton video yang diunggah.
  • End screen clicks: jumlah klik pada tampilan tambahan berbentuk thumbnail kecil yang akan muncul pada akhir sebuah video yang telah ditonton.
  • Card clicks: jumlah klik pada kartu notifikasi yang muncul di sudut kanan atas di menit tertentu ketika video diputar.

Lalu, untuk mendorong keberhasilan video yang diunggah agar berhasil melayani algoritma Youtube, metadata juga punya peran yang tak kalah bernilai yaitu: keyword (kata kunci), title (judul), deskripsi, tags, dan penamaan file.

Pentingnya SEO untuk Youtube
Di luar urusan kualitas konten, penguasaan Search Engine Optimization (SEO) sangat dibutuhkan dalam konteks membantu mendorong algoritma Youtube agar merekomendasikan video kepada pengguna. Beberapa elemen penting dalam SEO untuk Youtube yang patut dicermati a.l.:

KEYWORD: Tentukan keyword utama dan pendamping yang ditargetkan, lalu cantumkan pada: judul, deskripsi, tags, penamaan file video, teks pada thumbnail, penamaan file thumbnail.

Nah, untuk menentukan keyword dapat menggunakan beberapa opsi sumber, a.l yang sering digunakan:

  • Topik-topik berbasis fans public figure
  • Trending topics
  • Topik-topik yang selalu diingat dan dicari
  • Google search engine.

 

JUDUL: Cantumkan keyword utama yang sudah jadi target pada penulisan judul, lalu tambahkan keyword pendamping jika perlu atau dibutuhkan. Dan perlu jadi catatan, walaupun seorang content creator dapat menggunakan 100 karakter, panjang optimal adalah 70 karakter (termasuk spasi), karena apa pun yang lebih dari itu akan dipersingkat.

Contoh:

Keyword Utama: Manfaat Lari Pagi ; Keyword Pendamping: Usia 50 Tahun

Judul: 10 Manfaat Lari Pagi bagi Kesehatan Tubuh di Usia 50 Tahun

 

Keyword Utama: Tutorial Gitar Elektrik

Judul: Tutorial Gitar Elektrik ini Bikin Kamu Jago Main Musik Jazz

 

Keyword Utama: Burger Terenak

Judul: Burger Terenak di Jaksel Makannya Bikin Ngos-ngosan!

 

DESKRIPSI: Pada deskripsi usahakan penggunaan keyword yang ditargetkan lebih banyak daripada kata-kata lain dan selalu usahakan berada di paragraf pertama, kalimat pertama. Beberapa detail lain yang dapat disertakan untuk membantu mendapatkan peringkat lebih tinggi seperti: tautan ke media sosial, tautan afiliasi kerjasama, sumber-sumber lain, tautan ke video lain yang berkaitan.

Contoh:

Keyword Utama: Manfaat Lari Pagi ; Keyword Pendamping: Usia 50 Tahun

Judul: 10 Manfaat Lari Pagi bagi Kesehatan Tubuh di Usia 50 Tahun

Deskripsi: Mengenai manfaat lari pagi, riset yang diterbitkan dalam Frontiers in Physiology mengatakan, rutin berolahraga lari setelah usia 50 tahun tetap bisa mendapatkan tubuh ideal dan peforma atletik yang serupa dengan mereka yang mulai berlari di usia muda. Dalam riset manfaat lari pagi ini, peneliti menganalisis 150 pelari di atas usia 50 tahun.

 

TAGS: Tag adalah cara lain untuk memberikan konteks pada video yang dapat membantu menentukan peringkat di penelusuran. Pada Tags, cantumkan keyword yang dituju, lalu dampingi dengan tag lain yang berhubungan.

Contoh:

Keyword Utama: Manfaat Lari Pagi ; Keyword Pendamping: Usia 50 Tahun

Judul: 10 Manfaat Lari Pagi bagi Kesehatan Tubuh di Usia 50 Tahun

Tags: manfaat lari pagi, usia 50 tahun, olahraga, easy run, runner, pelari, usia senja, kebugaran tubuh, kesehatan tubuh

 

PENAMAAN FILE VIDEO: Penamaan file video yang akan diunggah idealnya dicantumkan juga keyword yang ditargetkan, lalu gunakan tanda hubung (-) antar kata. Karena mesin pencari seperti Google yang juga merupakan pemilik Youtube, memahami kalimat dengan tanda hubung dash (-) sebagai satu kalimat dengan kata yang terpisah.

Contoh:

Keyword Utama: Manfaat Lari Pagi ; Keyword Pendamping: Usia 50 Tahun

Judul: 10 Manfaat Lari Pagi bagi Kesehatan Tubuh di Usia 50 Tahun

Penamaan file video: manfaat-lari-pagi-usia-50-tahun.mp4

 

THUMBNAIL: Thumbnail dirancang untuk meningktakan CTR (rasio kemungkinan pengguna mengklik video). Youtube juga menggunakan keunggulan mesin Google untuk membaca thumbnail dengan memanfaatkan teknologi AI (Artificial Intelegent) dengan mengembangkan Google Vision dan Google Video intelligence.

Dalam membuat thumbnail disarankan:

  • Ukuran thumbnail 1280×720 px.
  • Visual yang jelas berkorelasi degan keyword.
  • Gunakan komposisi warna dan image dengan kontras yang baik.
  • Judul yang mudah terbaca dan berkorelasi dengan keyword.
  • Menyantumkan brand/logo brand.
  • Desain thumbnail yang konsisten.
  • Penamaan file thumbnail menyantumkan keyword.

Contoh:

Keyword Utama: Manfaat Lari Pagi ; Keyword Pendamping: Usia 50 Tahun

Judul: 10 Manfaat Lari Pagi bagi Kesehatan Tubuh di Usia 50 Tahun

Penamaan file thumbnail: manfaat-lari-pagi-usia-50-tahun.jpg

thumbnail youtube

 

Keyword Utama: Tutorial Gitar Elektrik

Judul: Tutorial Gitar Elektrik ini Bikin Kamu Jago Main Musik Jazz

Penamaan file thumbnail: Tutorial-Gitar-Elektrik-Main-Musi-Jazz.jpg

thumbnail youtube

 

CARDS: YouTube Cards adalah fitur interaktif yang mendorong pemirsa untuk melakukan salah satu dari lima tindakan:

  • Tonton video atau daftar putar lainnya.
  • Temukan saluran YouTube lainnya.
  • Donasi ke lembaga nonprofit.
  • Jawab polling.
  • Kunjungi tautan eksternal.

thumbnail youtube

 

END SCREEN: YouTube End Screen adalah informasi yang mirip dengan Cards, hanya muncul saat video selesai, dalam 5-20 detik terakhir. Kita dapat memilih untuk menempatkan video, atau playlist tertentu.

thumbnail youtube

 

Walaupun hal-hal yang telah terurai tidak bisa dijadikan jaminan mutlak, tapi setidak-tidaknya dari banyaknya paparan para ahli di platform audio visual ini dapat kita ambil intisarinya. Dan pastinya hal yang tak boleh dilupakan adalah kualitas konten yang Youtube friendly. Karena saat pengguna sudah masuk untuk menonton konten yang telah diunggah, kesan pertama terhadap konten akan menentukan. Apakah akan tetap menonton sampai selesai, atau justru dengan sangat cepat memutuskan untuk tak meneruskan.

Begitulah beberapa uraian menyangkut algoritma dan SEO untuk Youtube. Eksistensinya tak henti-henti mengalami perubahan. Algoritmanya pun sudah beberapa kali mengalami pengembangan. Jadi tetaplah mencermati apa yang sedang dan akan terjadi, karena perubahan tak akan pernah berhenti. (*)