The post Social Media Optimization: Elemen Krusial Strategi Pemasaran appeared first on yogasdesign.
]]>
Bayangkan saja, menurut laporan We Are Social, salah satu agensi keratif global terkemuka, pada bulan Oktober 2024 diperkirakan terdapat 5,2 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia. Ini berarti sekitar 63% lebih dari total populasi dunia yang menyentuh angka 8,1 milliar. Di Indonesia sendiri, meraih angka pengguna media sosial kurang lebih 139 juta orang, dari 278 juta penduduknya.
Dengan fakta ini, terlihat dengan jelas begitu banyak perhatian yang tertuju pada media sosial. Sehingga pentingnya pengoptimalan platform media sosial bukan lagi menjadi urusan sekunder dalam menjalankan bisnis.
Jika dibandingkan, SEO yang sudah dikenal sebagai metode untuk meningkatkan posisi situs web dalam hasil pencarian, SMO adalah pendekatan sebanding yang lebih menekankan pada pengembangan profil di platform media sosial.
Salah satu tokoh terkemuka dalam bidang pemasaran digital, Gary Vaynerchuk, berpendapat bahwa Social Media Optimization (SMO) merupakan elemen krusial dalam strategi pemasaran digital. Dirinya menekankan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk bersenang-senang, melainkan juga sebagai saluran yang sangat efektif untuk menjalin hubungan dengan audiens, meningkatkan kesadaran merek, dan mendorong penjualan.
Dari pendapat itu, dapat dilihat bahwa ada perluasan fungsi media sosial yang awalnya lahir sebagai ruang eksitensi personal, menjadi platform yang memiliki peran penting dalam pengembangan bisnis, utamanya dalam hal membangun interaksi dengan audiens.

Photo by S O C I A L . C U T on Unsplash
Bahkan Jay Baer, penulis buku “Youtility,” menegaskan lebih dalam bahwa media sosial seharusnya tidak hanya digunakan untuk mempromosikan produk atau layanan. Media sosial merupakan platform untuk berinteraksi dengan audiens, mendengarkan umpan balik mereka, dan membangun hubungan yang autentik. Social Media Optimization (SMO) memungkinkan kita untuk memulai dan menjaga percakapan yang signifikan dengan audiens kita.
Penggunaan SMO memungkinkan inisiatif Social Media Marketing (SMM) untuk beroperasi lebih baik dengan meningkatkan konten, yang sebenarnya mirip dengan bagaimana SEO mendukung peringkat mesin pencari yang lebih tinggi. Bedanya, jika SEO lebih bertujuan meningkatkan trafik website di mesin pencari, SMO berfokus pada peningkatan jangkauan audiens menggunakan media sosial.
Pada dasarnya SMO dan SEO sangat bagus untuk digunakan bersama satu sama lain. Keduanya menjalankan fungsi yang sama untuk berbagai area strategi pemasaran digital. Pelaku bisnis dapat memaksimalkan rencana pemasaran digital dengan menggunakan keduanya. Bahkan saat ini, hampir semua jenis bisnis punya kecenderungan membangun kehadiran mereka di media sosial dengan memposting konten kreatif yang dirancang untuk berinteraksi dengan demografis yang ditargetkan.
Adapun mengenai tujuan dari Social Media Optimization (SMO) dalam rangka mencapai berbagai tujuan bisnis, secara umum dapat diuraikan sebagai berikut:

Photo by cottonbro studio
Lalu,apa yang harus dilakukan untuk Social Media Optimization (SMO) untuk bisnis? Untuk memulai pengoptimalkan media sosial terdapat beberapa lanbgkah yang dapat membantu untuk melakukannya dengan efektif. Berikut adalah langkah-langkah utama yang bisa diambil dalam menjalankannya:
Brian Solis, seorang analis dan antropolog digital independen mengingatkan, “Media sosial telah mengubah lanskap bisnis. Untuk bertahan dan berkembang, Anda harus beradaptasi dengan platform ini dan menjadikannya bagian dari strategi bisnis Anda.” (*)
The post Social Media Optimization: Elemen Krusial Strategi Pemasaran appeared first on yogasdesign.
]]>The post Salah Kaprah Transformasi Digital di Era Tanpa Sekat appeared first on yogasdesign.
]]>
Keberadaan istilah transformasi digital menjadi lebih mengemuka bersamaan dengan meningkatnya pemahaman tentang bagaimana teknologi dapat mendisrupsi model bisnis tradisional, lalu menghasilkan metode-metode baru dalam berinteraksi, bekerja, dan berinovasi. Di era kemajuan teknologi yang cepat, transformasi digital sangat penting bagi bisnis. Ketika beradaptasi dengan era digital ini, maka akan menghadapi tantangan yang membutuhkan navigasi efektif.
Brian Solis, analis dan antropolog digital independen yang diakui secara global, mendefinisikannya sebagai realokasi teknologi dan model bisnis untuk menciptakan nilai baru, pengalaman, dan kompetisi di dunia yang didominasi oleh teknologi digital.
Sedangkan David L. Rogers dari Columbia Business School mendefinisikan transformasi digital sebagai kemampuan organisasi untuk mengubah strateginya dalam menghadapi perubahan yang diakibatkan oleh teknologi digital.
Forrester, sebuah perusahaan riset pasar global terkemuka memberikan definisi transformasi digital sebagai perubahan bisnis secara mendasar yang melibatkan penerapan teknologi digital untuk meningkatkan performa perusahaan, mengembangkan hubungan dengan pelanggan, serta menciptakan efisiensi operasional.
Menyimak definisi-definisi para ahli tersebut, patut digarisbahwahi bahwa terdapat perubahan-perubahan mendasar dan strategis dalam menjalankan bisnis atau organisasi di saat teknologi digital mendominasi hampir semua kegiatan sehari-hari.

Photo by Kaboompics.com
Tetapi, melihat fakta yang terjadi, harus diakui bahwa masih banyak yang tergagap-gagap dalam menjalankan transformasi ini. Tak hanya di Indonesia, bahkan di banyak belahan dunia pun demikian. Sehingga proses yang digadang-gadang akan menjadi pijakan baru dalam meningkatkan nilai tambah dalam bisnis, justru tak sepenuhnya berjalan sesuai yang diharapkan.
Selain masih belum mumpuninya penguasaan teknologi, terutama pada masyarakat lapisan bawah di negara berkembang, tak bisa diabaikan adanya fakta bahwa, dalam menjalankan bisnis masih banyak dipertahankan pucuk-pucuk pengambil keputusan yang tergolong digital immigrant. Yakni mereka yang lahir dan bertumbuh di era analog, di mana mereka masih menggunakan cara berpikir tradisional, dan hanya berubah secara digital untuk hal-hal sederhana. Seperti menggunakan gawai untuk chatting, belanja online, utak-atik image generator, atau berasyik masyuk dengan media sosial dan mencari hiburan.
Padahal dalam dunia digital dibutuhkan perubahan bisnis yang radikal, tidak hanya dalam hal penerapan teknologi, namun juga dalam cara memutuskan solusi itu sendiri. Pergeseran ini berdampak pada setiap aspek organisasi, tidak hanya mengadopsi teknologi baru tetapi juga membutuhkan manajemen perubahan yang substansial dalam operasi bisnis, serta keterlibatan pelanggan.
Terbilang tidak sedikit, yang berpikir bahwa digitalisasi hanyalah pergeseran platform. Nyatanya banyak hal yang harus berubah, seperti model bisnis, cara bekerja, cara pandang hingga perancangan road map bisnis yang progresif.

Photo by cottonbro studio
Harus disadari, keberadaan transformasi digital membuat dunia makin terbuka, banyak sekali sekat-sekat maupun aturan-aturan yang mau tak mau wajib dilakukan pembaruan. Tak ada lagi istilah “out of the box”, karena gelombang otomasi membentuk cara berpikir “there is no box”. Eksplorasi ide nyaris tanpa batas, bahkan fantasi-fantasi pun berpotensi besar menjadi realitas, memasuki pasar baru, menjangkau pelanggan baru, atau memberikan produk dan layanan dengan cara baru.
Kemampuan beradaptasi terhadap cepatnya perubahan adalah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Mempertahankan cara berpikir tradisional justru membuat banyak aspek bisnis tak berkembang. Manusia-manusia di pusaran digitalisasi dituntut terus berinovasi dalam rangka pengembangan bisnis. Belum lagi soal mata rantai, baik di urusan business to business maupun business to consumer, tak boleh terlewat untuk disimplifikasi.
Masih banyak yang membangun produk digital, tapi justru tidak membuat lebih sederhana penyelesaian masalah. Contohnya saat mengembangkan aplikasi mobile, kemudahan bagi pengguna untuk mengoperasikannya sering kali terabaikan. Aplikasi hanya dibuat untuk mengabsahkan adanya digitalisasi, tapi urusan memudahkan atau membuat semua menjadi lebih sederhana, gagal diimplementasikan dengan tepat. Biasanya produk digital berkarakter seperti ini akan lekas ditinggal para penggunanya, atau dibiarkan mati pengembangnya karena seringkali dibuat hanya untuk menghabiskan anggaran suatu instansi, tak jelas tujuannya apa.
Cara pandang yang tidak tepat juga terjadi di area investasi. Transformasi digital bukan berarti otomatis terjadi penurunan biaya investasi, walaupun ada beberapa sektor yang bisa saja mengalaminya. Tapi investasi di bidang teknologi digital juga memiliki variabel-variabel biaya yang tidak sederhana. Dari urusan infrastruktur, kemanan data, hingga penggunaan software dan tentu saja human resources. Adapun soal pengurangan biaya, justru diproyeksikan transformasi digital ini akan membantu organisasi mengurangi biaya dengan mengotomatiskan proses, meningkatkan efisiensi, dan merampingkan operasi.
Urusan kultur perusahaan atau organisasi dan instansi juga patut jadi perhatian. Di mana gaya birokratis yang cenderung berlapis-lapis membuat banyak urusan menyangkut penyelesaian masalah makin rumit. Padahal penyederhanaan sistem di segala lini sudah tak bisa dihindarkan jika ingin menjalankan transformasi digital.

Photo by Thirdman
Termasuk di dalamnya menyangkut leadership, yang mana penyerapan sumber ide dari bawah atau atas sudah tak jadi isu yang relevan. Yang jelas, transformasi digital memerlukan komitmen dari tingkat manajemen puncak. Jika tidak ada dukungan atau visi yang jelas dari pimpinan, proses transformasi bisa terhambat.
Departemen-departemen dalam satu organisasi tak bisa lagi bekerja terpisah mementingkan achievment masing-masing. Bekerja secara terintegrasi dan berkolaborasi harus jadi perilaku baru. Seiring dengan wajibnya tenaga kerja memiliki keterampilan yang cukup di bidang teknologi digital seperti algoritma, analitik data, SEO, UI/UX, keamanan siber, AI, atau manajemen cloud, dsb. Bukan sekadar pandai berkomentar dan memencet tombol “like” di media sosial, lalu berubah menjadi individu yang toxic dengan perilaku yang obsesif terhadap viralitas. (*)
The post Salah Kaprah Transformasi Digital di Era Tanpa Sekat appeared first on yogasdesign.
]]>The post Manusia Modern dalam Penjara Baru Bernama Algoritma appeared first on yogasdesign.
]]>
Perhatikan juga dengan cermat sewaktu menggunakan media sosial dan melihat banyak posting-an dari akun yang tidak diikuti, termasuk iklan yang secara materi sesuai dengan hal-hal yang Anda minati? Ya, algoritma melakukan ini untuk membuat Anda lebih intens dan dalam saat mengakses berbagai jenis konten di banyak platform.
Lalu apa sih, sebenarnya pengertian algoritma? Pada dasarnya algoritma merupakan serangkaian instruksi atau langkah-langkah yang dirancang dan direncanakan secara matang sehingga terurut dan terorganisir dengan baik untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencapai tujuan tertentu.
Algoritma bisa digunakan dalam berbagai bidang, termasuk ilmu komputer, matematika, dan teknik, untuk menyelesaikan tugas-tugas yang rumit melalui metode yang sistematis dan efisien.
Berkenaan dengan pengertian algoritma, Donald Ervin Knuth, seorang ilmuwan komputer dan matematika Amerika, yang juga profesor emeritus di Universitas Stanford, menguraikan bahwa algortima memiliki beberapa karakteristik utama, yakni:
DOMINASI ALGORITMA
Harus diakui, bahwa teknologi semakin hari semakin mengambil alih peran penting dalam kehidupan manusia. Dan algoritma yang jadi salah satu inti dari teknologi modern seperti kecerdasan buatan, search engine, dan machine learning, terasa sekali makin mendominasi atau memengaruhi cara kita hidup, berpikir, dan berinteraksi.
Sesederhana sesorang memberikan akses untuk membaca aktivitasnya pada gadget, maka tersusunlah algoritma yang melakukan profiling dari preferensi personal, dan mengeluarkan rekomendasi konten maupun iklan yang pastinya akan mempengaruhi banyak hal. Dari soal cara berpikir, persepsi, opini, hingga tindakan-tindakan berbasis daring seperti belanja, vote, subscribe, bertransaksi, dll.

Photo by camilo jimenez on Unsplash
Beberapa hal yang patut jadi perhatian dari fenomena mendominasinya algoritma dalam hidup manusia, antara lain:
Dari urian di atas, termasuk tentang pengertian algoritma, nampak sekali bahwa algoritma mempunyai pengaruh signifikan pada pengendalian dan perubahan perilaku manusia, dan itu berjalan dengan melalui beberapa cara:
Mengapa algoritma begitu digdaya mempengaruhi ketergantungan manusia modern? Sepertinya ada beberapa faktor penting yang berkontribusi terhadap ketergantungan ini antara lain:
DAMPAK ALGORITMA
Meskipun ketergantungan pada algoritma memiliki banyak manfaat, seperti efisiensi, kemudahan akses informasi, dan personalisasi layanan, penting untuk mempertimbangkan tantangan dan risikonya juga. Oleh karena itu, perlu juga diketahui sisi positif dan negatif dari perkembangan teknologi berbasis algoritma ini.
Dampak Positif:
Dampak Negatif:
Perlu digarisbawahi saat kita mempelajari pengertian algoritma, bahwa dampak algoritma pada kehidupan manusia tidak selalu hitam putih. Algoritma dapat memiliki dampak positif dan negatif tergantung pada bagaimana mereka dirancang, digunakan, dan diawasi. Jadi, apakah Anda ingin terbantu atau terpenjara oleh keberadaan algoritma? Semua tergantung bagaimana menggunakannya. (*)
The post Manusia Modern dalam Penjara Baru Bernama Algoritma appeared first on yogasdesign.
]]>The post E-Book: Media Relations, Harmonisasi Humas dan Media Massa appeared first on yogasdesign.
]]>
Banyak praktisi yang bependapat media relations adalah salah satu bidang pekerjaan dari Hubungan Masyarakat (Humas). Urusan relasi dengan media ini dikategorikan sebagai bagian dari relasi eksternal. Tapi di sisi lain beberapa praktisi kehumasan ada juga yang menganggap media relations atau hubungan dengan media ini merupakan bidang tersendiri di luar humas.
Hal ini bukanlah sesuatu yang perlu menjadi perdebtan. Yang terpenting esensinya media relations adalah bagaimana seorang humas yang menjadi wakil sebuah lembaga untuk berhubungan dengan media ataupun wartawan, harus juga mengetahui bagaimana pola hubungan yang ideal. Download e-book nya di sini: DOWNLOAD
The post E-Book: Media Relations, Harmonisasi Humas dan Media Massa appeared first on yogasdesign.
]]>The post E-Book: Business Model di Era Digital dan Pijakan Ekonomi Digital appeared first on yogasdesign.
]]>
Ekonomi digital dipercaya akan mampu mendorong pertumbuhan para pebisnis kecil dan menengah. Dan ternyata hal ini sudah diungkapkan sejak tahun 1994 oleh seorang konsultan bisnis asal Canada, Don Tapscott. Ia yang merupakan ahli strategi bisnis menelurkan satu buku yang terbilang fenomenal pada kala itu, yaitu “The Digital Economy: Promise and Peril In The Age of Networked Intelligence”. Bersamaan dengan itu rancangan business model di era digital pun terus mengalami perubahan, banyak variasi yang mengombinasikan beberapa model bisni. Download e-book nya di sini: DOWNLOAD
The post E-Book: Business Model di Era Digital dan Pijakan Ekonomi Digital appeared first on yogasdesign.
]]>The post E-Book: Optimasi Infografis dalam Penyampaian Informasi appeared first on yogasdesign.
]]>
Desain infografis adalah salah satu pengembangan penggunaan elemen visual yang merupakan variasi dalam penyampaian informasi. Elemen-elemen visual banyak terkandung di dalamnya, seperti tipografi, ikon, gambar, hingga ke urusan warna dan kurva. Hal ini otomatis juga menghasilkan variasi-variasi penyampaian informasi kepada publik melalui produk-produk desain grafis.Penggunaan desain infografis ini dimaksudkan salah satunya untuk menarik calon audiens ataupun pembaca dalam sebuah media. Download e-book nya di sini: DOWNLOAD
The post E-Book: Optimasi Infografis dalam Penyampaian Informasi appeared first on yogasdesign.
]]>The post Desain UI/UX Memastikan Produk Diminati Pengguna appeared first on yogasdesign.
]]>
Photo by Amélie Mourichon on Unsplash
UI adalah bagian dari UX, salah satu perbedaan yang menonjol terletak pada tujuan desain. Desain UI/UX memiliki fokusnya masing-masing. UI bertujuan memperindah tampilan visual produk. Sedangkan UX didesain untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna.
Desain UI berfokus pada komponen seperti warna, gambar, animasi video, pilihan font, tombol, dan gambar interaktif lainnya. Sedangakan desain UX mencakup komponen seperti fungsionalitas, struktur desain, navigasi.
Desain UI harus membuat pengguna dengan mudah dan cepat menemukan fitur atau fasilitas yang diinginkan berdasarkan pandangan visual. Sedangkan desain UX harus menyajikan pengalaman eksplorasi fitur-fitur dalam satu platform yang usefull, diinginkan dan lengkap dengan cara semudah mungkin.
Desainer UX menangani gambaran besar suatu produk, seperti membuat sitemap dan alur perjalanan pengguna berdasarkan cara mereka berinteraksi dengan bermacam hal. Perlu diingat bahwa faktor UX ini termasuk yang dapat menentukan apakah aplikasi akan sukses atau tidak. Di sinilah bicara tentang kegunaan, pemecahan masalah, dan nilai estetika.
Desainer UI mengelola interaksi antara manusia dan komputer, masuk ke detail setiap halaman, tombol, tata letak, dan gambar untuk membuat produk ramah pengguna dan menarik secara visual.
CAKUPAN PEKERJAAN DESAIN UI/UX
Desain UX
Lingkup kerja desainer UX secara umum adalah:

Photo by Fabian Wiktor
Desain UI
Desainer UI memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh desainer UX. Secara lebih rinci, tanggung jawab desainer UI meliputi:
URUTAN KERJA DESAIN UI/UX
Pengerjaan desain UI/UX memiliki beberapa tahapan pengerjaan yang runtut, yaitu antara lain:
1. Riset UX
Penelitian terhadap preferensi pengguna terhadap tampilan suatu platform, baik itu berbentuk web atau aplikasi, pada tahap pengembangan tak bisa diabaikan. Sebab, seorang pengembang harus memahami kebutuhan pengguna atau target pasarnya.
Meskipun sebuah ide produk menarik dan bermanfaat bagi banyak orang, namun jika desain dan tampilannya tak sesuai dengan kebutuhan pengguna, maka produk tersebut tidak akan menarik bagi pengguna dan berisiko cepat ditinggalkan. Oleh karena itu, seorang desainer UI/UX harus mencapai keseimbangan antara ide dan tampilan akhir produk agar menarik bagi pengguna.
2. Information Architecture
Langkah berikutnya dalam desain UI/UX adalah membuat information architecture, yang merupakan hasil dari penelitian sebelumnya.
Contohnya, jika ingin membuat aplikasi pemesanan penginapan, maka aplikasi tersebut akan memerlukan fitur untuk pendaftaran pengguna, pengaturan lokasi, inforamsi fasilitas, ketersediaan kamar, informasi harga, profil pengguna untuk verifikasi data, hingga pembayaran, dan lain sebagainya.
Setiap informasi tersebut juga akan dijelaskan secara lebih rinci tentang unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Dengan demikian, langkah selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih mudah, karena informasi yang jelas telah tersedia sesuai dengan kebutuhan pengguna.
3. Wireframe
Desainer UX adalah yang bertanggung jawab dalam pembuatan kerangka aplikasi (wireframe). Tugasnya adalah menata arsitektur informasi yang telah disusun sebelumnya. Dalam membuat wireframe, biasanya desainer UX menggunakan tools atau software khusus yang direkomendasikan.
4. Alur UX
Pembuatan wireframe dan pengaturan alur UX atau juga dikenal dengan istilah UX Flows, bisa dilakukan bersamaan karena keduanya saling berhubungan untuk memastikan pengalaman pengguna yang sesuai dengan kebutuhan.
Sebagai contoh, penempatan wireframe untuk bagian registrasi dalam sebuah aplikasi harus ditempatkan di awal agar tidak menimbulkan kebingungan. Oleh karena itu, alur UX disesuaikan sehingga penempatan kerangka awal aplikasi menjadi tepat dan sesuai.
5. Prototipe Desain
Biasanya pada tahap ini sudah dikerjakan oleh desainer UI. Walau begitu, kolaborasi antara desainer UX dan desainer UI sangat penting agar saling mengerti ide pengembangan apa yang harus diwujudkan supaya sesuai dengan kebutuhan pengguna.
6. Sistem Desain
Pada tahapan ini, desainer UI akan berkolaborasi dengan frontend developer untuk mewujudkan desain yang menarik. Desain berbagai jenis ikon, thumbnail, arrow dll. yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan pilihan warna agar memberikan pengalaman penggunaan yang menarik.
7. Desain UI
Desain UI akan sepenuhnya dilakukan oleh desainer berdasarkan hasil riset UX dan tahap-tahap yang sebelumnya dilakukan. Desain akan diperiksa ulang oleh desainer UX untuk memastikan kesesuaian dengan hasil riset dan kebutuhan aplikasi.
8. Pengembangan
Pada tahap ini, tugas desainer UI/UX bisa dikatakan sementara selesai. Selanjutnya, produk akan dikerjakan oleh pengembang web atau pengembang aplikasi yang ditangani para programmer untuk pengembangan sistem, mulai dari frontend developer hingga backend developer.
9. Uji Coba
Setelah programmer menyelesaikan pengembangan, lalu saatnya dilakukan UAT (user acceptance testing) sebagai langkah pengujian produk. Biasanya, tim lengkap akan melakukannya untuk memberikan umpan balik apakah masih ada kesalahan atau tidak.
10. Release
Setelah hasil uji coba melalu proses finalisasi, maka saatnya mempublikasikan ke publik sesuai sasaran pengguna yang dituju atau sesuai target market yang sudah disepakati.
SOFTWARE
Beberapa tools ataupun software yang sering digunakan desainer UI/UX, antara lain:
Adobe XD
Perangkat lunak ini sangat penting untuk desainer UI UX. Adobe XD menawarkan beberapa keunggulan, seperti fitur prototyping tool yang dapat mempermudah alur kerja suatu proyek. Selain itu, manfaat lain dari Adobe XD dapat membantu membuat kerangka kerja yang memudahkan pekerjaan.
Balsamiq
Tools ini dapat membantu desainer bekerja lebih cepat karena dapat memfasilitasi wireframe. Salah satu keunggulan Balsamiq adalah dapat menguji banyak model.

Photo by Balázs Kétyi on Unsplash
Figma
Figma adalah alat desain dan prototipe berbasis cloud untuk proyek digital. Keunggulan aplikasi ini adalah pengguna dapat lebih mudah berkolaborasi dengan seluruh anggota tim di mana saja dan kapan saja.
Sketch
Sketch adalah salah satu program paling populer karena membuat prototyping menjadi mudah, terutama untuk pengguna komputer berbasis OS Macintosh. Ini memiliki fitur utama seperti plugin yang kuat dan antarmuka intuitif yang dapat mempermudah desainer. (*)
The post Desain UI/UX Memastikan Produk Diminati Pengguna appeared first on yogasdesign.
]]>The post Strategi Personal Branding, Mulai dari Mana? appeared first on yogasdesign.
]]>
Personal branding inilah yang digadang-gadang akan membentuk persepsi seorang individu di mata publik. Ini juga tentang bagaimana membangun reputasi, menciptakan citra diri untuk dunia luar dan memasarkan diri sebagai individu.
Menukil dari situs personalbrand.com, personal branding didefinisikan sebagai upaya sadar dan disengaja untuk menciptakan dan mempengaruhi persepsi publik tentang individu dengan memposisikan mereka sebagai otoritas dalam industri mereka, meningkatkan kredibilitas mereka, dan membedakan diri dari kompetisi, untuk akhirnya memajukan karir mereka, meningkatkan lingkaran pengaruh mereka, dan memiliki dampak yang lebih besar.
Memperlakukan diri Anda sebagai merek (brand) bisa mengenai apa saja. Dari urusan nama, nada suara, reputasi, manifesto, simbol yang digunakan, dan banyak lagi. Hal-hal tersebut akan menjadi pembeda diri Anda di tengah publik.
Mulai dari Mana?
Menjadi diri sendiri: Salah satu elemen terpenting dari personal branding, adalah “Menjadi diri sendiri”. Anda tidak harus mengikuti keramaian. Apa yang pasti dapat dilakukan, itulah diri Anda. Jangan berfantasi menjadi seorang ahli suatu bidang baru, hanya karena merasa punya sedikit pengetahuan dasar bidang itu.
Fokus pada kekuatan dan nilai: Persis seperti saat memasarkan bisnis, pemasaran diri Anda sendiri dimulai dengan pemahaman tentang potensi pribadi sendiri. Pikirkan tentang apa yang membuat Anda berbeda dengan jutaan orang lain di dunia yang luas ini.
Menjadi pemilik otoritas: Setelah mengetahui kekuatan dan nilai diri, maka sempurnakanlah kekuatan itu. Terus belajar mengenai perkembangan-perkembangan yang terjadi, tumbuh, dan serap sehingga Anda dapat berbagi pengetahuan dengan orang lain. Tunjukkan kapabilitas Anda dalam satu bidang yang memang dikuasai melalui video, posting blog, atau media sosial.
Menetapkan prioritas: Pahami betul bahwa tujuan branding adalah untuk menggerakkan Anda menuju tujuan yang ditetapkan. Anda harus memikirkan tujuan dan ambisi yang ingin dicapai. Menetapkan prioritas akan menjadi panduan segala tindakan dan keputusan saat membangun merek.
Membangun platform: Anda tidak dapat mempromosikan merek pribadi tanpa platform. Keberadaan media sosial sebenarnya sudah sangat mendukung, tapi Anda mungkin memerlukan situs web yang mencakup nama , akun media sosial, dan solusi lain yang digunakan untuk memasarkan diri.

Photo by Anete Lūsiņa on Unsplash
Menentukan strategi konten: Saat Anda mensosialisasikan diri dengan platform yang tersedia, seperti blog, media sosial, maupun yang lainnya, apa tujuan Anda memproduksi konten? Apakah memonetisasi platform itu secara langsung, atau pltaform itu menjadi media untuk mengarahkan persepsi publik tentang Anda? Segera tentukan agar strategi konten yang dijalankan searah dengan tujuan itu.
Membangun reputasi: Reputasi adalah pandangan orang lain tentang diri kita. pandangan ini dibentuk dari proses berkesinambungan, tercemin dari tindakan nyata yang konsisten. Tentukan bidang yang akan Anda bangun reputasinya dalam diri sendiri. Mulailah menunjukkan potensi atau bahkan prestasi dalam bidang itu kepada publik.
Kesalahan membangun personal brand
Tak jarang, mereka yang membangun personal brand terjebak dalam kesalahan-kesalahan tak perlu. Hal ini justru membuat dirinya stagnant atau terlihat maju namun semu dan akhirnya terbenam.

Photo by Cookie the Pom on Unsplash
Apa saja kesalahan-kesalahan yang banyak dilakukan para profesional dalam menjalankan strategi personal branding? Berikut beberapa poin penting yang diringkas dari berbagai sumber dan literatur.
Dari poin-poin yang telah diuraikan, mungkin ada satu-dua hal yang pernah Anda lakukan. Jangan tunda untuk memperbaikinya. Ingatlah, brand adalah apa yang membuat Anda sebagai pribadi menjadi unik, dan memastikan bahwa diri Anda akan selalu berharga, tidak peduli berapa banyak perusahaan atau individu lain yang mencoba mencontoh ide Anda.**
The post Strategi Personal Branding, Mulai dari Mana? appeared first on yogasdesign.
]]>The post Algoritma Youtube Jangan Hanya Dipelajari, Tapi Disiasati appeared first on yogasdesign.
]]>
Photo by Leon Bublitz on Unsplash
Bagaikan seleksi alam, tak sedikit pula yang bertumbangan karena urung mencapai hasil yang diimpikan. Banyak pasal, selain faktor kreasi dan kualitas konten, serbuan public figure yang juga berbondong-bondong menyerbu platform ini sedikit banyak juga jadi penyebab. Walaupun banyak juga di antara mereka yang sudah lebih dulu mengembangkan sejak lama.
Booming para public figure membuat channel Youtube jelas terlihat saat masuk masa pandemi, yang mengikis eksistensi mereka. Tak ayal nama dan wajah yang sudah familiar di publik menjadi makanan gurih Youtube, yang juga memberlakukan algoritma dalam mesin pencarinya. Dan semua sah-sah saja, toh, Youtube sendiri tidak memberikan batasan seputar itu.
Dengan network dan kekuatan finansial yang lebih stabil ketimbang content creator pendatang baru yang amatir, perekrutan tenaga-tenaga ahli dengan mudah didapatkan para pesohor ini. Dari sektor penguasaan produksi audio visual hingga soal membaca arah algoritma Youtube yang jadi sektor krusial dalam membuat channel.
Ya, faktor algoritma Youtube inilah salah satu yang banyak terabaikan oleh mereka yang terlanjur tergiur proyeksi penghasilan. Padahal layaknya sebuah produk teknologi, di belakang kecanggihan-kecanggihan yang terlihat masih ada unsur kecanggihan lain yang tak kasat mata. Dan itu harus dipelajari cara bekerjanya, lalu disiasati pastinya.
Seperti Apa Algoritma Youtube Bekerja?
Inti dari algoritma YouTube adalah merekomendasikan hal yang berbeda kepada orang yang berbeda. Secara ringkas, YouTube menggunakan tiga kategori utama untuk mempersonalisasi rekomendasi bagi pengguna, yaitu
Biasanya hasil dari kerja algoritma ini, bagi pengguna, terditeksi pada video yang tampil beranda YouTube, peringkat hasil untuk setiap pencarian, dan video yang disarankan untuk untuk dilihat. Hal-hal ini membuat para content creator juga harus memperhatikan beberapa faktor penting yang akan mempengaruhi rekomendasi tersebut, di antaranya yaitu engagement metrics dan metadata.



Terdiri dari apa saja engangement metrics?
Lalu, untuk mendorong keberhasilan video yang diunggah agar berhasil melayani algoritma Youtube, metadata juga punya peran yang tak kalah bernilai yaitu: keyword (kata kunci), title (judul), deskripsi, tags, dan penamaan file.
Pentingnya SEO untuk Youtube
Di luar urusan kualitas konten, penguasaan Search Engine Optimization (SEO) sangat dibutuhkan dalam konteks membantu mendorong algoritma Youtube agar merekomendasikan video kepada pengguna. Beberapa elemen penting dalam SEO untuk Youtube yang patut dicermati a.l.:
KEYWORD: Tentukan keyword utama dan pendamping yang ditargetkan, lalu cantumkan pada: judul, deskripsi, tags, penamaan file video, teks pada thumbnail, penamaan file thumbnail.
Nah, untuk menentukan keyword dapat menggunakan beberapa opsi sumber, a.l yang sering digunakan:
JUDUL: Cantumkan keyword utama yang sudah jadi target pada penulisan judul, lalu tambahkan keyword pendamping jika perlu atau dibutuhkan. Dan perlu jadi catatan, walaupun seorang content creator dapat menggunakan 100 karakter, panjang optimal adalah 70 karakter (termasuk spasi), karena apa pun yang lebih dari itu akan dipersingkat.
Contoh:
Keyword Utama: Manfaat Lari Pagi ; Keyword Pendamping: Usia 50 Tahun
Judul: 10 Manfaat Lari Pagi bagi Kesehatan Tubuh di Usia 50 Tahun
Keyword Utama: Tutorial Gitar Elektrik
Judul: Tutorial Gitar Elektrik ini Bikin Kamu Jago Main Musik Jazz
Keyword Utama: Burger Terenak
Judul: Burger Terenak di Jaksel Makannya Bikin Ngos-ngosan!
DESKRIPSI: Pada deskripsi usahakan penggunaan keyword yang ditargetkan lebih banyak daripada kata-kata lain dan selalu usahakan berada di paragraf pertama, kalimat pertama. Beberapa detail lain yang dapat disertakan untuk membantu mendapatkan peringkat lebih tinggi seperti: tautan ke media sosial, tautan afiliasi kerjasama, sumber-sumber lain, tautan ke video lain yang berkaitan.
Contoh:
Keyword Utama: Manfaat Lari Pagi ; Keyword Pendamping: Usia 50 Tahun
Judul: 10 Manfaat Lari Pagi bagi Kesehatan Tubuh di Usia 50 Tahun
Deskripsi: Mengenai manfaat lari pagi, riset yang diterbitkan dalam Frontiers in Physiology mengatakan, rutin berolahraga lari setelah usia 50 tahun tetap bisa mendapatkan tubuh ideal dan peforma atletik yang serupa dengan mereka yang mulai berlari di usia muda. Dalam riset manfaat lari pagi ini, peneliti menganalisis 150 pelari di atas usia 50 tahun.
TAGS: Tag adalah cara lain untuk memberikan konteks pada video yang dapat membantu menentukan peringkat di penelusuran. Pada Tags, cantumkan keyword yang dituju, lalu dampingi dengan tag lain yang berhubungan.
Contoh:
Keyword Utama: Manfaat Lari Pagi ; Keyword Pendamping: Usia 50 Tahun
Judul: 10 Manfaat Lari Pagi bagi Kesehatan Tubuh di Usia 50 Tahun
Tags: manfaat lari pagi, usia 50 tahun, olahraga, easy run, runner, pelari, usia senja, kebugaran tubuh, kesehatan tubuh
PENAMAAN FILE VIDEO: Penamaan file video yang akan diunggah idealnya dicantumkan juga keyword yang ditargetkan, lalu gunakan tanda hubung (-) antar kata. Karena mesin pencari seperti Google yang juga merupakan pemilik Youtube, memahami kalimat dengan tanda hubung dash (-) sebagai satu kalimat dengan kata yang terpisah.
Contoh:
Keyword Utama: Manfaat Lari Pagi ; Keyword Pendamping: Usia 50 Tahun
Judul: 10 Manfaat Lari Pagi bagi Kesehatan Tubuh di Usia 50 Tahun
Penamaan file video: manfaat-lari-pagi-usia-50-tahun.mp4
THUMBNAIL: Thumbnail dirancang untuk meningktakan CTR (rasio kemungkinan pengguna mengklik video). Youtube juga menggunakan keunggulan mesin Google untuk membaca thumbnail dengan memanfaatkan teknologi AI (Artificial Intelegent) dengan mengembangkan Google Vision dan Google Video intelligence.
Dalam membuat thumbnail disarankan:
Contoh:
Keyword Utama: Manfaat Lari Pagi ; Keyword Pendamping: Usia 50 Tahun
Judul: 10 Manfaat Lari Pagi bagi Kesehatan Tubuh di Usia 50 Tahun
Penamaan file thumbnail: manfaat-lari-pagi-usia-50-tahun.jpg
![]()
Keyword Utama: Tutorial Gitar Elektrik
Judul: Tutorial Gitar Elektrik ini Bikin Kamu Jago Main Musik Jazz
Penamaan file thumbnail: Tutorial-Gitar-Elektrik-Main-Musi-Jazz.jpg
![]()
CARDS: YouTube Cards adalah fitur interaktif yang mendorong pemirsa untuk melakukan salah satu dari lima tindakan:

END SCREEN: YouTube End Screen adalah informasi yang mirip dengan Cards, hanya muncul saat video selesai, dalam 5-20 detik terakhir. Kita dapat memilih untuk menempatkan video, atau playlist tertentu.

Walaupun hal-hal yang telah terurai tidak bisa dijadikan jaminan mutlak, tapi setidak-tidaknya dari banyaknya paparan para ahli di platform audio visual ini dapat kita ambil intisarinya. Dan pastinya hal yang tak boleh dilupakan adalah kualitas konten yang Youtube friendly. Karena saat pengguna sudah masuk untuk menonton konten yang telah diunggah, kesan pertama terhadap konten akan menentukan. Apakah akan tetap menonton sampai selesai, atau justru dengan sangat cepat memutuskan untuk tak meneruskan.
Begitulah beberapa uraian menyangkut algoritma dan SEO untuk Youtube. Eksistensinya tak henti-henti mengalami perubahan. Algoritmanya pun sudah beberapa kali mengalami pengembangan. Jadi tetaplah mencermati apa yang sedang dan akan terjadi, karena perubahan tak akan pernah berhenti. (*)
The post Algoritma Youtube Jangan Hanya Dipelajari, Tapi Disiasati appeared first on yogasdesign.
]]>The post E-Book: Mengenal Algoritma dan SEO untuk Youtube appeared first on yogasdesign.
]]>
Algoritma Youtube dan SEO-nya seringkali jadi perbincangan hangat tengah masyarakat melek digital. Dorongan membuat channel Youtube yang makin menjalar dan tak terbendung adalah gejala yang sudah terjadi di keseharian. Hal ini karena makin banyak content creator yang mengantongi penghasilan melimpah dari platform media sharing ini. Download e-book nya di sini: DOWNLOAD
The post E-Book: Mengenal Algoritma dan SEO untuk Youtube appeared first on yogasdesign.
]]>