Social Media Optimization (SMO) kalau dibanding dengan Search Engine Optimization (SEO) terbilang tidak lebih populer di kancah aktivitas digital. Pada prinsipnya Social Media Optimization itu sendiri merupakan pendekatan strategis yang bertujuan meningkatkan kesadaran, keterlihatan, dan interaksi terhadap merek, produk, atau jasa melalui berbagai platform media sosial.
Tag: bisnis digital
Salah Kaprah Transformasi Digital di Era Tanpa Sekat
Isu transformasi digital bisa dibilang sudah mulai berhembus di tahun 2010an. Akan tetapi konsep digitalisasi sendiri sebenarnya sudah ada sejak akhir abad ke-20. Saat itu teknologi informasi (IT) mulai memainkan peran penting dalam bisnis. Adopsi teknologi seperti komputer pribadi (PC) dan internet pada 1990-an menjadi cikal bakal berjalannya transformasi digital.
Manusia Modern dalam Penjara Baru Bernama Algoritma
Untuk memahami pengertian algoritma coba perhatikan dan rasakan aktivitas digital Anda sehari-hari. Pernahkah merasakan betapa dimanjakan selera Anda dalam melihat konten video di Youtube? Atau, kala melihat iklan Google Ads di beberapa situs web, merasa berkaitan dengan minat Anda?
Strategi Personal Branding, Mulai dari Mana?
Strategi personal branding menjadi topik pembicaraan yang menarik di era kebebasan informasi seperti sekarang. Agresifitas platform media sosial dengan beragam kemudahan berbagi bentuk informasi, merupakan salah satu faktor utama yang memicu individu-individu mulai menganggap penting strategi personal branding. Siapa pun yang punya akses ke internet dan media sosial dapat membangun audiens, lalu memposisikan diri sebagai ahli, dan mulai menarik klien untuk bisnis mereka.
Algoritma Youtube Jangan Hanya Dipelajari, Tapi Disiasati
Algoritma Youtube mendadak jadi perbincangan hangat di abad digital. Ini seiring dengan dorongan membuat channel Youtube yang makin menjalar dan tak terbendung. Utamanya sejak kian banyak content creator yang mengantongi penghasilan melimpah dari platform media sharing ini. Bahkan hampir semua kalangan yang sudah melek digital tergiur menyeburkan diri dalam belantara konten berbasis audio visual dengan monetisasinya.

Photo by Leon Bublitz on Unsplash
Produksi Konten Digital Jangan Jalan di Tempat
Industri kreatif sedang berjalan pada dimensi baru, utamanya yang berkaitan erat dengan produksi konten digital. Ragam wadah yang mengakomodir arus deras terbarukan ini juga sudah menggurita. Dari urusan konten menghibur dan informasi di platform media sharing, hingga perkara jualan di marketplace.

Jenis Perilaku Konsumen yang Bertindak Sebagai Produsen
Pada 1980, Alvin Toffler, seorang penulis dan pengusaha Amerika yang tersohor dengan karyanya yang membahas teknologi modern, memperkenalkan istilah ‘prosumer’ dalam bukunya “The Third Wave”. Istilah ini adalah gabungan dua kata yakni producer dan consumer yang mendeskripsikan jenis perilaku konsumen generasi sekarang, yang tidak hanya pasif saja, melainkan juga terlibat dalam proses produksi.

Photo by Anete Lusina from Pexels
Saat Timor Leste Menggali Ilmu Media Relations di Indonesia
Hubungan masyarakat disingkat Humas, juga dikenal dalam bahasa inggris sebagai Public Relations (PR). Secara definisi banyak sekali versinya. Salah satu yang banyak ditemukan dalam literatur adalah definisi yang dirilis International Public Relations Association (IPRA), berikut ini:
Hubungan masyarakat atau Public Relations adalah sebuah fungsi manajemen yang terencana dan berkelanjutan, organisasi induk dan lembaga swasta atau publik yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian, simpati, dan dukungan dari pihak – pihak terkait atau yang memiliki hubungan dengan penelitian opini publik di antara mereka

Photo by rawpixel on Unsplash
Viral Marketing dan Content Spreading, Mana Lebih Menguntungkan?
Kemunculan bayi baru bernama viral marketing begitu antusias disambut. Ramai-ramai mereka mempraktikkan metode penyebaran pesan ini dengan mempertajam kreatifitas pada konten. Tapi tak semua menemukan hasil yang signifikan. Karena memang makin banyaknya konten yang sengaja dirancang agar mendapatkan efek viral justru membuat publik makin selektif memilih konten mana yang layak dibagi-bagikan ulang hingga menyebar seluas-luanya. Bahkan tak sedikit yang juga berefek bumerang bagi pembuat konten dengan terbentuknya stigma maupun sentimen negatif.

https://pikwizard.com
Platform Digital Tak Sekadar untuk Berpindah Ruang
Bagi keberlangsungan media, perpindahan memanfaatkan platform digital bagaikan memasuki hutan baru. Meraba-raba jalan baru maupun celah yang bisa menuai manfaat untuk keberlangsungan perusahaan. Ironisnya, di satu sisi justru mereka yang sudah bermigrasi dari media tradisional ke media digital justru masih banyak yg hanya menggeser platform. Padahal, media digital jelas tak sekadar memindahkan cetak misalnya, ke platform digital. Banyak hal- hal baru yang harus dirubah.

Photo by Domenico Loia on Unsplash



